21 Mei Hari Dialog Budaya: Upaya Global untuk Lawan Konflik dan Intoleransi


Oleh : Ronalds Petrus Gerson

JAKARTA - Setiap tanggal 21 Mei, dunia memperingati World Day for Cultural Diversity for Dialogue and Development atau Hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia.

Peringatan ini telah berlangsung sejak tahun 2002 setelah disahkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui resolusi 57/249. Momentum ini menjadi seruan global untuk menghargai keragaman budaya dan memajukan dialog antarperadaban.

Diprakarsai oleh UNESCO, Hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya bertujuan untuk mendorong masyarakat dunia agar tidak hanya memahami dan menghargai budaya sendiri, tetapi juga membuka diri terhadap kebudayaan lain. Langkah ini dinilai penting untuk membangun perdamaian, solidaritas global, dan pembangunan berkelanjutan.

Mengapa Penting?

PBB mencatat bahwa 75% konflik dunia berkaitan dengan isu budaya, dan hampir 90% konflik terjadi di negara-negara yang minim dialog antarbudaya. Data ini menunjukkan bahwa banyak konflik timbul akibat kurangnya pemahaman dan toleransi terhadap perbedaan.

Oleh karena itu, pada tahun 2001, UNESCO mengadopsi Deklarasi Universal tentang Keanekaragaman Budaya yang menegaskan pentingnya keberagaman sebagai aset kemanusiaan. Setahun kemudian, tanggal 21 Mei resmi dijadikan hari peringatan global untuk menguatkan kolaborasi lintas budaya demi dunia yang lebih damai.

Peran Budaya dalam Pembangunan Berkelanjutan

Pada tahun 2015, Komite Kedua Majelis Umum PBB kembali mempertegas pentingnya budaya dalam pembangunan global melalui resolusi A/C.2/70/L.59. Resolusi ini menekankan bahwa budaya tidak hanya bagian dari warisan, tetapi juga kekuatan transformatif yang mampu memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Deklarasi ini juga sejalan dengan Konvensi UNESCO 2005 yang mendorong perlindungan dan promosi keanekaragaman ekspresi budaya, serta integrasi budaya dalam kebijakan pembangunan berkelanjutan. Empat tujuan utama konvensi ini meliputi penguatan sistem tata kelola budaya, distribusi produk budaya yang adil, mobilitas seniman dan pekerja budaya, serta perlindungan hak asasi manusia.

Ajakan Global untuk Bergerak Bersama

Hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya mengingatkan dunia bahwa menerima perbedaan bukan hanya soal toleransi, tetapi juga tentang membangun masa depan yang inklusif dan damai. Melalui peringatan ini, PBB dan UNESCO mendorong masyarakat, organisasi, dan pemerintah di seluruh dunia untuk menciptakan ruang dialog, pertukaran budaya, serta merayakan keunikan masing-masing bangsa.

Dengan semakin meningkatnya tantangan global yang bersifat lintas budaya, peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas dunia melalui keanekaragaman yang dimiliki umat manusia.

Tampilan Utama