JAKARTA – Bencana tanah longsor melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur pada Senin (19/5).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Kabupaten Trenggalek mengakibatkan terjadinya tanah longsor.
“Akibat kejadian ini dilaporkan tiga rumah tertimbun material longsor dan menyebabkan 6 jiwa hilang,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (20/5).
Adapun ke-enam orang yang hilang tersebut atas nama Mesinem, Nitin, Tulus, Yatini, Yatemi, dan Torik, serta 30 jiwa terdampak dan 26 jiwa mengungsi ke tempat kerabat.
Peristiwa ini melanda lima kecamatan yaitu Kecamatan Bendungan, Kecamatan Munjungan, Kecamatan Watulimo, Kecamatan Kampak dan Kecamatan Trenggalek.
Untuk kerugian materiil tercatat 11 rumah terdampak, lima rumah rusak berat, empat akses jalan tertutup material longsor dan satu tanggul sungai jebol.
BPBD Kabupaten Trenggalek berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak kecamatan dan desa setempat guna melakukan pendataan, evakuasi dan pencarian korban hilang.
Abdul kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam mengantisipasi ancaman potensi risiko bencana hidrometeorologi basah.
“Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter,” imbaunya.
“Pemerintah daerah diminta untuk segera memeriksa kesiapan perangkat, personel, serta sumber daya guna menghadapi potensi darurat. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti arahan pemerintah dan tidak termakan dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” imbaunya.

