JAKARTA — Gempa bumi tektonik dengan magnitudo M4,8 mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa, tepatnya di perairan selatan Trenggalek, Jawa Timur, pada Selasa (20/5) pukul 04.36 WIB.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, episenter gempa terletak pada koordinat 11,10° LS dan 111,08° BT atau sekitar 324 km barat daya dari Kota Pacitan, Jawa Timur, dengan kedalaman dangkal sekitar 10 km.
“Gempa ini merupakan jenis gempa dangkal yang terjadi akibat deformasi batuan di luar zona subduksi, atau yang dikenal sebagai outer rise zone,” ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam siaran persnya yang dikutip Holopis.com, Selasa (20/5).

BMKG juga menginformasikan bahwa mekanisme sumber gempa menunjukkan pergerakan turun atau normal fault, yang kerap terjadi di wilayah lempeng samudera yang menegang.
Berdasarkan peta guncangan (shakemap), gempa ini dirasakan dengan intensitas lemah (II MMI) di beberapa wilayah seperti Munjungan dan Panggul di Trenggalek, serta Kebonagung di Pacitan.
“Getaran hanya dirasakan oleh sebagian orang dan menyebabkan benda-benda ringan bergoyang,” jelas Daryono.
Hingga pukul 04.55 WIB, belum tercatat adanya aktivitas gempa susulan. BMKG juga memastikan, bahwa gempa yang terjadi pada pagi buta ini tidak berpotensi tsunami.
Namun masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang tidak valid, serta memastikan kondisi bangunan tempat tinggal aman sebelum kembali beraktivitas di dalam ruangan.

