JAKARTA – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), akhirnya memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk memberikan klarifikasi atas dugaan kasus ijazah palsu yang sempat mencuat dan menjadi sorotan publik.
Jokowi hadir di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Selasa (20/5) pukul 09.45 WIB, lebih awal dari jadwal yang ditentukan.
Mengenakan kemeja batik lengan panjang dan peci hitam khasnya, Jokowi tiba bersama penasihat hukumnya, Yakup Hasibuan, dengan menaiki mobil Toyota Innova.
Meski puluhan awak media telah menanti sejak pagi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memilih untuk tidak memberikan keterangan kepada wartawan. Ia hanya melemparkan senyum tipis sembari langsung melangkah masuk ke dalam gedung Bareskrim.
Pemanggilan ini dilakukan dalam rangka klarifikasi atas tudingan penggunaan ijazah palsu yang ramai diperbincangkan di media sosial dan forum publik.
Meski sudah beberapa kali bantahan disampaikan oleh pihak terkait, Polri memastikan proses hukum tetap berjalan sesuai prosedur, termasuk dengan meminta klarifikasi langsung dari yang bersangkutan.
Kehadiran Jokowi menunjukkan sikap kooperatif sebagai warga negara, meski statusnya sebagai mantan presiden memberikan perlindungan hukum khusus. Pemeriksaan dilakukan secara tertutup dan dijaga ketat oleh aparat kepolisian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Bareskrim mengenai hasil klarifikasi tersebut. Namun, kehadiran Jokowi menjadi perhatian nasional, sekaligus menegaskan komitmen terhadap transparansi dan supremasi hukum di Indonesia.


