Paus Leo XIV Resmi Kenakan Cincin Nelayan
JAKARTA - Setelah terpilih sebagai Paus ke 267 pada hari Kamis, 8 Mei 2025 lalu, kini Robert Francis Prevost alias Paus Leo XIV resmi menyandang gelar Pausnya melalui Misa Pelantikan di Lapangan Santo Petrus pada hari Minggu, 18 Mei.
Cincin Nelayan, atau Cincin Perikanan tersebut disematkan oleh Wakil Prefek Dikasteri untuk Evangelisasi, Kardinal Luis Antonio Tagle. Proses secara khidmat ini dihadiri oleh para perwakilan negara-negara di dunia, termasuk dari Indonesia.
Sekadar diketahui, bahwa kantor Vatikan untuk perayaan Liturgi Paus Agung merilis gambar Cincin Nelayan baru, yang diberikan kepada Paus Leo XIV selama Misa Pelantikan Kepausannya itu.
Cincin yang bergambar Santo Petrus ini memiliki akar dan makna dalam Perjanjian Baru. Dalam Injil Matius (16:19), Santo Petrus diberi kunci Kerajaan Surga, dan dalam Injil Lukas 22:32, Yesus memberi tahu Petrus bahwa ia harus menguatkan saudara-saudaranya dalam iman dan misi.
"Cincin Nelayan dengan demikian mengotentikasi iman dan melambangkan tugas yang dipercayakan kepada Paus pertama," tulis Vaticannews seperti dikutip Holopis.com, Senin (19/5/2025).
Karena Petrus dikenal sebagai Rasul nelayan, cincin tersebut disebut sebagai Cincin Nelayan, atau Cincin Perikanan, yang melambangkan garis keturunan berkelanjutan dari Paus pertama hingga saat ini.
Cincin ini telah menjadi bagian dari simbol kepausan setidaknya sejak abad ke -13 . Cincin ini digunakan sebagai cincin meterai untuk menyegel dokumen resmi yang ditandatangani oleh Paus hingga tahun 1842. Sekarang, cincin ini digunakan secara simbolis, tetapi setiap Paus masih memiliki cincin.
Ketika Paus meninggal, Cincin Nelayan miliknya, beserta Segel Timbal, ditandai dengan pahat, sehingga segel tersebut tidak dapat dipalsukan. Oleh karena itu, setiap cincin bersifat unik dan pribadi bagi setiap Paus.