Israel Izinkan Bantuan Dikirim ke Gaza, Tapi…
JAKARTA - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Minggu (18/5) mengumumkan keputusan untuk mencabut blokade di Gaza guna memungkinkan masuknya bantuan terbatas, seiring meningkatnya kecaman internasional atas krisis kemanusiaan yang parah di daerah kantong tersebut.
“Israel akan mengizinkan masuknya bantuan makanan dengan kuantitas yang ‘standar’ untuk masyarakat Gaza guna mencegah krisis kelaparan,” demikian disampaikan kantor Netanyahu, dikutip Holopis.com, Senin (19/5).
Pernyataan tersebut tidak menjelaskan kapan bantuan tersebut akan mulai masuk atau melalui mekanisme apa. Namun diketahui, bahwa pengiriman bantuan akan dimulai ‘secepatnya,’ dengan penyalurannya akan dilaksanakan oleh sejumlah organisasi bantuan internasional yang telah beroperasi di Gaza, mengingat mekanisme distribusi bantuan baru, yang menurut Israel akan diimplementasikan via perusahaan Amerika Serikat, belum diluncurkan.
Harus Mengikuti Rekomendasi Militer dari Israel
Lebih lanjut menurut pernyataan itu, langkah tersebut mengikuti rekomendasi dari militer Israel dan didorong oleh kebutuhan operasional guna memperluas pertempuran intens untuk mengalahkan Hamas.
Dibukanya bantuan kepada masyarakat Gaza oleh Israel terjadi setelah Israel menerima banyak tekanan dari dunia internasional untuk mengizinkan bala bantuan memasuki wilayah Gaza. Minggu malam waktu setempat, namun tidak ada pemungutan suara yang diadakan terkait hal tersebut.
Sementara itu, Badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah melaporkan kondisi kemanusiaan yang memburuk di Gaza sejak blokade diterapkan pada 2 Maret lalu. Pada awal Mei, Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (Integrated Food Security Phase Classification/IPC) melaporkan sekitar 93 persen populasi Gaza mengalami kerawanan pangan, mulai dari tingkat krisis (crisis) hingga bencana (catastrophe).