JAKARTA – Pasar saham Tanah Air kembali menguat signifikan sepanjang perdagangan sepekan yang terbilang singkat. Terpantau pada periode 14 – 16 Mei 2024, sektor perbankan menjadi magnet utama aliran dana asing.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil kembali menembus level psikologis 7.000 dan ditutup di angka 7.106,53 pada Jumat (16/6) lalu, setelah melonjak 4,01 persen dalam sepekan.
BEI juga mencatat, investor asing mencetak beli bersih (net buy) senilai Rp5,27 triliun di pasar reguler dalam sepekan terakhir. Mayoritas dana tersebut mengalir deras ke saham-saham bank jumbo, menandai keyakinan pelaku pasar terhadap sektor finansial nasional.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi primadona dengan net buy tertinggi dari asing sebesar Rp2,04 triliun. Saham bank pelat merah ini ikut terdongkrak 10,68 persen sepanjang minggu.
Menguntit di belakangnya, ada saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) yang juga menarik perhatian investor asing dengan net buy sebesar Rp1,58 triliun. Saham BMRI pun mencatatkan penguatan paling signifikan di antara bank besar, yakni naik 14,78 persen dalam periode yang sama.
Minat asing juga merambah ke saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang masing-masing membukukan net buy Rp461,33 miliar dan Rp646,87 miliar. Saham BBNI melesat 9,76 persen, sedangkan BBCA naik 3,33 persen.
Dari sisi makroekonomi, kondisi inflasi yang stabil memberi ruang optimisme tambahan di pasar. Hal itu sebagaimana disampaikan Ekonom Senior DBS Bank, Radhika Rao. Ia menyebut, inflasi yang masih dalam kisaran target membuka peluang bagi otoritas untuk mendorong kebijakan pro-pertumbuhan.
“Inflasi yang masih dalam kisaran target memberi ruang bagi pembuat kebijakan untuk memperkuat sikap pro-pertumbuhan, termasuk kemungkinan pemangkasan suku bunga bulan ini,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Minggu (18/5).
Pelaku Pasar Galau soal Kebijakan Suku Bunga BI
Adapun saat ini pasar tengah menantikan keputusan Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan moneter mereka, utamanya kebijakan suku bunga yang dijadwalkan bakal diumumkan pada Rabu (21/5) mendatang.
Kendati sebagian besar analis memproyeksikan BI akan menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen, ekspektasi terhadap arah kebijakan yang lebih longgar ke depan tetap menjadi katalis positif bagi pasar keuangan nasional.

