JAKARTA – BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) menyebut bahwa pihaknya masih berupaya melakukan penanganan bencana longsor yang terjadi di Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, longsor tersebut melanda tiga desa, Desa Ulusalu, Ulusalu Indah dan Saloan.
“Hingga saat ini warga mengungsi di rumah kerabat terdekat,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (15/5).
Abdul kemnudian menjelaskan, untuk akses jalan yang tertimbun material longsor, dinas terkait mengerahkan alat berat untuk membuka jalur dan membersihkan longsoran.
“Dampak korban jiwa sebanyak 21 KK sedangkan 7 KK (31 jiwa) mengungsi. Kerugian material tercatat ruah rusak berat 5 unit, rusak sedang 4 unit, rusak ringan 5 unit serta 7 lainnya terancam,” jelasnya.
Menyikapi bencana tersebut, Abdul terus mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu siap siaga dan waspada. Meskipun memasuki musim pancaroba, potensi bencana hidrometeorologi tetap perlu diwaspadai.
“Pantau informasi cuaca dan iklim dari dari laman resmi pemerintah. Sedangkan ancaman karhutla, BNPB meminta semua pihak untuk turut memantau apabila terjadi titik api di wilayah sejak dini,” imbaunya.

