JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menyambut kedatangan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dalam sebuah upacara kenegaraan yang berlangsung khidmat di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (15/5).
Kehadiran Albanese, yang menandai kunjungan luar negeri pertamanya setelah memenangkan kembali pemilu nasional Australia, disambut dengan 19 dentuman meriam sebagai penghormatan tertinggi bagi tamu negara sahabat. Lagu kebangsaan kedua negara diperdengarkan secara bergantian, menciptakan suasana penuh hormat dan persahabatan.
Tak hanya upacara resmi, suasana di sekitar kawasan Istana Merdeka juga semarak oleh kehadiran sekitar 3.000 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan. Mereka datang mengenakan seragam sekolah dan membawa bendera kecil Indonesia-Australia, menandakan keterlibatan generasi muda dalam momen penting diplomasi bilateral ini.
Kunjungan ini menjadi kelanjutan dari komunikasi telepon antara Albanese dan Prabowo sesaat setelah hasil pemilu Australia diumumkan. Pemilihan Indonesia sebagai negara pertama yang dikunjungi menegaskan pentingnya peran strategis hubungan Jakarta–Canberra di kawasan Indo-Pasifik.
Dalam rangkaian upacara, kedua pemimpin melakukan inspeksi pasukan kehormatan dan memperkenalkan delegasi resmi masing-masing. Delegasi Indonesia terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Usai seremoni, Prabowo dan Albanese mengadakan pertemuan tertutup empat mata. Fokus diskusi mencakup penguatan kerja sama strategis di berbagai sektor, termasuk pertahanan, teknologi digital, transisi energi, pendidikan, serta ekonomi hijau dan berkelanjutan.
Pertemuan bilateral ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi pengembangan kolaborasi baru antara Indonesia dan Australia di tengah dinamika geopolitik dan tantangan global yang semakin kompleks.

