JAKARTA – PT Pindad yang merupakan perusahaan pertahanan milik negara, menggandeng produsen otomotif Korea Selatan, KG Mobility Corp, untuk mengembangkan proyek ambisius mobil dan bus listrik nasional Indonesia.
“Pabrikan mobil Korea Selatan tersebut mengatakan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian awal dengan PT Pindad di kantor pusatnya di Bandung, Indonesia, pada hari Kamis,” tulis laporan Yonhap News Agency yang dikutip Holopis.com, Rabu (14/5).
“Upacara penandatanganan dihadiri oleh Chairman KG Mobility Kwak Jea-sun dan Chief Executive Officer (CEO) PT Pindad Sigit Santosa,” sambung laporan tersebut.
Dalam kolaborasi ini, KG Mobility akan menyumbang teknologi, evaluasi, dan keahlian rekayasa produk kendaraan, yang menjadi fondasi utama proyek kendaraan listrik nasional tersebut.
Menurut laporan Yonhap News Agency, kerja sama ini ditargetkan mampu mewujudkan kapasitas produksi hingga 200.000 unit mobil dan bus listrik dalam beberapa tahun ke depan.
Menariknya, KG Mobility bukan pemain baru di pasar Indonesia. Tahun lalu, perusahaan tersebut mengekspor 1.060 unit kit knock-down SUV Ssangyong Rexton, yang belakangan diyakini sebagai basis dari kendaraan taktis Pindad Maung, termasuk versi Maung Garuda Limousine yang digunakan Presiden Prabowo Subianto. Tahun ini, pengiriman ditargetkan naik menjadi 3.000 unit.
Ekspansi ke pasar Indonesia dianggap strategis oleh KG Mobility. “Sebagai pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan signifikan. Kami akan mengembangkan penjualan melalui strategi pemasaran dan keunggulan produk,” ujar Chairman KG Mobility, Kwak Jea-sun.
Proyek ini tidak hanya menandai babak baru bagi transformasi Pindad dari industri pertahanan ke manufaktur otomotif ramah lingkungan, tapi juga membuka jalan bagi hadirnya kendaraan listrik nasional buatan Indonesia.

