Jemaah asal Bulukumba Kesasar di Madinah Viral di Medsos
MAKASSAR - Potongan video pendek anggota jemaah calon haji (JCH) lanjut usia (Lansia) asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel kesasar di Madinah, Arab Saudi, viral di media sosial.
Belakangan diketahui pria tersebut tergabung dalam jemaah kelompok terbang (kloter) 14 Embarkasi Makassar.
Dalam video berdurasi satu menit lebih, seorang pria tampak menegur pria berseragam jemaah haji Indonesia yang berjalan sendirian di jalan.
Suasana di sekitar tampak gelap, dan pria itu menolak saat hendak dibantu kembali ke hotel tempat menginap jemaah haji.
Menurut Ketua Kloter 14 Embarkasi Makassar Hardiansyah, jemaah dalam video itu diketahui bernama Puang Tamma.
Hardiansyah mengatakan, Puang Tamma adalah jemaah kloter 14 embarkasi Makassar. Mereka tiba di Fairos Golden Hotel Madinah pada Sabtu (10/5) sekira pukul 01.00 dini hari waktu Arab Saudi (WAS).
Setelah pembagian akomodasi dan beristirahat sejenak, jemaah kemudian salat subuh di masjid Nabawi.
"Jadi ini merupakan salat subuh pertama jemaah kloter 14 di masjid Nabawi dan kejadian tersesatnya Puang Tamma itu pada saat beliau ke masjid Nabawi salat subuh," jelas Hardiansyah dikutip dari laman Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Selasa (13/5).
Rute dari hotel ke masjid Nabawi telah diinformasikan ke jemaah, namun karena ini pertama kalinya salat di masjid Nabawi, sehingga banyak yang bingung pada saat pulang ke hotel.
"Jadi terkait beliau nyasar ini, saya dihubungi oleh petugas yang kebetulan menemukan beliau sedang kebingungan sekitar pukul 05.30 WAS, kemudian saya minta untuk share lokasi dan menuju kearah beliau," tutur Hardiansyah.
"Saya cek di Google Maps jaraknya dari hotel kami itu memang agak jauh sekitar 1,5 kilometer dan beliau ini tidak mau diam di tempatnya tapi terus berjalan," sambungnya.
Hardiansyah menambahkan, karena beliau terus jalan sehingga petugas kehilangan jejak dan kesulitan untuk menemukannya.
"Akhirnya saya, pembimbing ibadah KBIHU dan petugas PHD kloter 14 UPG berinisiatif untuk mencari beliau di sekitaran masjid Nabawi," tuturnya.
Pencarian pun dilakukan sampai sekira pukul 9 pagi WAS dan tidak ada hasil, sehingga mereka memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Sektor 4 Madinah guna membantu pencarian.
"Qadarullah, pada saat akan menuju ke kantor sektor 4 itulah, di depan hotel saya berpapasan dengan petugas yang hendak mengantar beliau ke hotel tempat kami menginap," ungkap Hardiansyah.
Dia kemudian mengantar Puang Tamma ke kamarnya dan memberinya makan karena kondisinya tampak sangat kelelahan.
"Setelah makan dan diperiksa dokter kloter, beliau kemudian istirahat dan dokter kloter kemudian berkordinasi dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) untuk penanganan lebih lanjut," bebernya.
Sekitar pukul 14.00 WAS, Puang Tamma dijemput ambulance KKHI dan dirujuk ke KKHI untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Kondisinya sudah membaik, saat ini jemaah sudah berada di hotel dan berkumpul kembali dengan rombongan kloter 14 UPG," ucap Hardiansyah.
Selain menceritakan kronologi tersesatnya jemaah kloter 14 tersebut, Hardiansyah juga mengirimkan rekaman video bersama Puang Tamma dan pembimbing KBIHU yang sedang berbincang-berbincang di hotel tempat mereka menginap.
Dalam video itu menunjukkan kondisi Puang Tamma sedang baik-baik saja dan tidak menunjukkan gejala seperti orang dengan gangguan jiwa sebagaimana narasi yang dibangun segelintir netizen di media sosial.
Hardiansyah berharap, penyampaiannya ini menjadi klarifikasi atas narasi yang terlanjur berkembang di publik, sekaligus menjadi pembelajaran bagi jemaah lainnya agar tertib dan mengikuti arahan ketua kloter, ketua rombongan maupun ketua regu sehingga kejadian serupa tidak terulang.