JAKARTA – Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno sesumbar bahwa pembangunan rumah ibadah di Jakarta saat ini sudah lebih dibandingkan kondisi terdahulu.
Rano Karno kemudian menyalahkan masyarakat yang belum paham sehingga pembangunan rumah ibadah salah satu agama di Jakarta menjadi terhambat.
“Dulu terdengar masalah izin, mungkin masyarakat belum paham. Tapi saya bersyukur masyarakat Jakarta sekarang sudah memberikan toleransinya yang luar biasa,” kata Rano Karno dalam keterangannya pada Senin (12/5).
Namun, saat ini Rano menyebut bahwa pembangunan rumah ibadah di Jakarta menjadi lebih mudah dibangun. Hal itu diklaim Rano Karno karena keberadaan Forum Kerukunan Umat Beragama.
“Kita kan ada satu forum, namanya Forum Kerukunan Umat Beragama. Dari situlah kriteria apakah sebuah rumah ibadah bisa dibangun atau tidak. Artinya kita melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Padahal dahulu Menteri Agama saat masih dijabat Yaqut Cholil Qoumas memastikan bahwa pihaknya telah menghapus aturan tertentu dalam pembangunan rumah ibadah.
Yaqut mengklaim telah mendapatkan restu dari Menko Polhukam Hadi Tjahjanto untuk menghapus rekomendasi pendirian rumah ibadah dari FKUB (forum kerukunan umat beragama).
“Pemerintah untuk menunjukkan kehadirannya, maka rekomendasi pendirian rumah ibadah hanya cukup dengan Kementerian Agama saja, FKUB dicoret,” kata Yaqut Cholil, Sabtu (3/8/2024).
Yaqut menganggap keberadaan FKUB justru malah menjadi hambatan pendirian rumah ibadah. Sehingga, pihaknya memutuskan saat ini rekomendasi hanya ditujukan kepada Kemenag.
Yaqut berkomitmen pendirian rumah ibadah harus dipermudah. Dia menuturkan aturan terbaru terkait pendirian rumah ibadah akan segera diterbitkan.
“Kemarin Pak Menko Polhukam sudah bersepakat dengan kami dan Pak Mendagri untuk ini dijadikan perpres. Jadi sebentar lagi, mudah-mudahan pendirian rumah ibadah ini tidak akan sulit lagi,” tegasnya.


