Longsor di Kota Samarinda, Dua Warga Meninggal Dunia
JAKARTA - Bencana tanah longsor melanda sejumlah pemukiman warga yang ada di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, peristiwa tanah longsor ini menyebabkan 2 warga meninggal dunia.
"Korban diketahui adalah Hamdana dan Nasrul," kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (13/5).
Selain korban meninggal dunia, Abdul menyebut ada dua korban lainnya yang sampai dengan saat ini masih dinyatakan hilang.
Adapun korban hilang atas nama Nurul Shakira dan Safitri masih dalam pencarian tim gabungan.
Kejadian tanah longsor ini diketahui melanda lima kecamatan yaitu Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecamatan Palaran, Kecamatan Sambutan dan Kecamatan Loa Janan Ilir.
Banjir longsor ini menyebabkan 21 jiwa terdampak dan 4 jiwa mengungsi, sementara untuk kerugian materiil dilaporkan empat rumah rusak berat, dua rumah rusak ringan, tiga rumah terdampak, satu ruas jalan tertutup dan jaringan listrik masih terputus.
Abdul kemudian mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam mengantisipasi ancaman potensi risiko bencana hidrometeorologi basah.
"Segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras lebih dari satu jam dan jarak pandang kurang dari 100 meter," imbaunya.
"Pemerintah daerah diminta untuk segera memeriksa kesiapan perangkat, personel, serta sumber daya guna menghadapi potensi darurat. Masyarakat diharapkan untuk selalu mengikuti arahan pemerintah dan tidak termakan dengan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," sambungnya.