JAKARTA – Di era digital, rekening bank menjadi alat keuangan yang paling umum digunakan. Praktis, aman, dan memungkinkan transaksi real-time.
Namun di balik kemudahannya, menyimpan semua uang di rekening tabungan justru bisa menjadi kesalahan finansial yang berdampak serius. Sayangnya, banyak orang belum menyadari risiko ini.
Menyimpan uang di rekening memang penting, tapi bukan berarti semua dana harus berada di sana. Ketika seluruh penghasilan atau simpanan hanya bertumpu pada satu rekening, Anda justru membuka celah kerugian dalam jangka panjang.
Berikut ini lima risiko yang perlu diwaspadai:
1. Nilai Uang Tergerus Inflasi
Bunga tabungan biasa di Indonesia rata-rata berkisar 0,5–1% per tahun. Sementara inflasi tahunan bisa mencapai 3–4%. Artinya, daya beli uang Anda diam-diam terus berkurang jika hanya disimpan di rekening biasa. Uang yang hari ini cukup untuk belanja bulanan, tahun depan mungkin hanya cukup untuk separuhnya.
2. Godaan Belanja Impulsif
Rekening tabungan yang terhubung langsung dengan aplikasi dompet digital, e-commerce, dan QRIS bisa memudahkan transaksi, tapi juga memperbesar peluang pengeluaran impulsif. Uang yang niatnya ditabung bisa “bocor” perlahan karena akses terlalu mudah.
3. Risiko Keamanan Digital
Kasus pembobolan rekening atau pencurian data nasabah masih sering terjadi. Jika semua dana Anda tersimpan di satu rekening dan terjadi pelanggaran keamanan, potensi kerugian bisa sangat besar. Inilah pentingnya diversifikasi dana.
4. Kesulitan Mengontrol Arus Kas
Tanpa pemisahan rekening, Anda akan kesulitan membedakan mana dana harian, dana darurat, dan dana investasi. Ini bisa menyebabkan alokasi keuangan tidak jelas, dan akhirnya mengganggu pencapaian tujuan finansial jangka panjang.
5. Gagal Menumbuhkan Aset
Dengan menyimpan seluruh dana di rekening, Anda melewatkan peluang investasi yang bisa memberi imbal hasil lebih tinggi. Padahal, sebagian dana seharusnya bisa dialihkan ke instrumen seperti reksa dana, deposito, atau emas untuk pertumbuhan kekayaan yang lebih optimal.
Jadi, Berapa Uang yang Sebaiknya Disimpan di Rekening?
Para perencana keuangan menyarankan untuk menyimpan dana setara 1–2 bulan pengeluaran harian di rekening aktif. Sisanya bisa dibagi:
- Dana darurat di rekening terpisah (setara 3–6 bulan pengeluaran)
- Dana jangka pendek di tabungan berjangka atau e-wallet
- Dana jangka panjang di instrumen investasi yang sesuai profil risiko
Kesimpulannya, rekening tabungan tetap penting sebagai pusat aktivitas keuangan, tapi bukan tempat penyimpanan segalanya.
Menyimpan terlalu banyak uang di rekening bisa membuat Anda kehilangan peluang tumbuhnya aset, bahkan membuka potensi kerugian akibat inflasi dan risiko keamanan.
Bijaklah dalam menyimpan uang, karena bukan hanya soal berapa banyak, tapi juga di mana dan untuk apa uang itu dialokasikan.

