Minggu, 22 Feb 2026
BREAKING
Minggu, 22 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Gibran Tegaskan Urgensi Kemandirian Pangan di Tengah Ancaman Krisis

0 Shares

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyoroti ancaman krisis pangan global yang semakin nyata akibat meningkatnya populasi, konflik geopolitik, dan dampak perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa Indonesia harus memperkuat kemandirian pangannya demi menjamin keberlanjutan hidup bangsa.

Gibran mengungkapkan, jumlah penduduk dunia diperkirakan mencapai 9,4 miliar jiwa pada tahun 2045, atau meningkat sekitar 14,7 persen dibanding tahun ini. Lonjakan tersebut secara langsung akan memicu kenaikan kebutuhan pangan secara global.

- Advertisement -

“Artinya kebutuhan pangan ke depan sudah pasti akan meningkat juga. Tapi di sisi lain, kemampuan dunia untuk memproduksi dan mendistribusikan pangan justru semakin melemah,” ujar Gibran dalam pernyataannya di kanal YouTube GibranTV, seperti dikutip Holopis.com, Sabtu (10/5).

Ia menambahkan, gejolak geopolitik dan konflik berkepanjangan telah mengacaukan rantai pasok pangan dunia, diperparah dengan ancaman perubahan iklim yang semakin merusak lahan pertanian dan peternakan.

- Advertisement -

“Geopolitik yang memanas, perang yang tidak berkesudahan, serta ketidakpastian kebijakan yang semakin tinggi pada akhirnya mengacaukan rantai pasok pangan dunia,” tegasnya.

Menurut Gibran, kondisi ini memicu langkah proteksionisme dari sejumlah negara. Ia mencatat, sudah ada 11 negara yang saat ini memberlakukan pembatasan ekspor pangan demi melindungi kepentingan nasional masing-masing.

“Dan jika kondisi semakin sulit, tidak menutup kemungkinan akan semakin banyak negara yang melakukan pembatasan ekspor,” ucapnya.

Dalam konteks tersebut, Gibran kembali menekankan pentingnya pesan Presiden Prabowo Subianto soal kemandirian pangan sebagai fondasi negara yang berdaulat.

“Seperti yang Bapak Presiden Prabowo selalu sampaikan bahwa kemandirian pangan itu penting. Tidak ada satu pun negara yang bisa berdiri tanpa pangan. Tidak ada peradaban yang bisa hidup tanpa pangan. Tidak ada negara bentuk apa pun yang bisa berdiri tanpa pangan,” ujarnya.

Lebih jauh, Gibran menegaskan bahwa isu pangan bukan semata kebutuhan, melainkan menyangkut harkat dan martabat bangsa.

“Masalah pangan adalah masalah kedaulatan kita sebagai bangsa. Di mana jika suatu bangsa ingin jadi negara maju, maka sektor pangan harus diperhatikan,” katanya.

Sebagai negara agraris dengan 28 juta petani dan kekayaan alam yang melimpah, Gibran optimistis Indonesia punya modal besar untuk mandiri di sektor pangan. Namun ia menekankan bahwa hal tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa.

“Pemerintah tidak akan pernah bisa sendiri. Pemerintah butuh kolaborasi, butuh partisipasi aktif berbagai pihak. Oleh sebab itu, mari bersama bahu-membahu mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan,” pungkasnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru