JAKARTA – Bencana banjir merendam ribuan rumah warga yang tersebar di Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur dan Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, banjir yang terjadi di Kabupaten Berau berdampak kepada 2.731 Kepala Keluarga yang tersebar di lima kecamatan.
“Untuk kondisi terkini di Kampung Pegat Bukur, Kampung Benabaru dan Inaran warga masih terisolir dan tidak dapat dijangkau lewat jalur darat,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Rabu (7/5).
Di Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, banjir berdampak pada 2.278 Kepala Keluarga (KK) atau 8.711 iwa .
“Sebanyak 2.278 unit rumah warga terdampak,” imbuhnya.
Abdul menambahkan, status transisi darurat ke pemulihan penanganan banjir telah ditetapkan dari 19 April hingga 18 Mei 2025. Kondisi terkini tinggi muka air diwliayah terdampak masih fluktuatif.
Melihat kejadian di atas, Abdul mengimbau kepada pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya yang memilih bertempat tinggal di sepanjang daerah aliran sungai untuk selalu waspada meskipun hujan tidak turun di wilayah tempat tinggal.
“Diharapkan untuk memantau kondisi cuaca di bagian hulu serta rutin membersihkan aliran sungai sehingga tidak terjadi penyumbatan yang dapat membuat debit air sungai melimpas hingga ke pemukiman,” imbaunya.
“Selain itu jika terjadi hujan deras selama lebih dari satu jam dan jarak pandang tidak sampai 100 meter, warga yang berada di daerah aliran sungai segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat lebih tinggi dan lebih aman,” sambungnya.

