JAKARTA – Bagi pecinta kuteks, kuku adalah bagian dari ekspresi diri. Warna-warna cerah, motif yang kreatif, hingga penggunaan gel polish atau kuku palsu bisa menambah kepercayaan diri. Tapi di balik tampilannya yang cantik, kuku yang sering dilapisi kuteks rentan bisa mengalami kerusakan, loh Sobat Holopis.
Hal-hal yang tak diinginkan bisa terjadi seperti menguning, rapuh, mudah patah, bahkan mengelupas. Merawat kuku dengan benar sangat penting agar tetap sehat meskipun sering terpapar bahan kimia dari kuteks. Berikut ini tips dan panduan perawatan kuku yang bisa kamu lakukan secara rutin.
1. Biarkan Kuku ‘Bernapas’ di Antara Pemakaian Kuteks
Salah satu kesalahan umum adalah memakai kuteks secara terus-menerus tanpa jeda. Padahal, kuku juga butuh waktu untuk ‘bernapas’ alias tidak tertutup lapisan polish agar tidak melemah. Terlalu sering tertutup membuat kuku kekurangan oksigen dan nutrisi, yang bisa menyebabkan warnanya menguning atau menjadi kusam.
Disarankan memberi jeda sekitar 2–3 hari setelah melepas kuteks sebelum menggantinya dengan warna baru.
2. Gunakan Base Coat Sebelum Aplikasi Kuteks
Base coat bukan hanya sekadar pelapis awal, tapi pelindung penting bagi kuku. Ia berfungsi mencegah pigmen warna dari kuteks menempel langsung ke permukaan kuku, yang bisa menyebabkan noda kuning atau perubahan warna. Selain itu, base coat biasanya mengandung bahan yang menguatkan kuku, sehingga kuku tetap kokoh meskipun sering terkena bahan kimia.
Jangan lewatkan langkah ini setiap kali kamu menggunakan kuteks, terutama jika warnanya pekat atau gelap.
3. Hindari Penghapus Kuteks Berbasis Aseton
Aseton memang efektif untuk menghapus kuteks, tapi efeknya cukup keras bagi kuku. Ia bisa membuat kuku menjadi kering, rapuh, dan kulit di sekitar kuku ikut teriritasi. Jika kamu sering mengganti kuteks, pilihlah nail polish remover non-aseton yang lebih ramah untuk kuku, meskipun mungkin butuh sedikit usaha lebih saat menghapus kuteks.
Selalu bersihkan kuku secara lembut dan jangan menggosok terlalu keras agar lapisan alami kuku tidak terkikis.
4. Rutin Melembapkan Kuku dan Kutikula
Kuku juga butuh kelembapan, terutama jika sering terkena bahan kimia. Gunakan cuticle oil atau krim khusus kuku secara rutin, minimal sekali sehari. Area kutikula yang sehat membantu pertumbuhan kuku yang kuat dan tidak mudah patah. Kamu juga bisa menggunakan minyak alami seperti minyak zaitun, minyak almond, atau minyak vitamin E untuk pijatan ringan di sekitar kuku.
Perawatan ini membantu mengembalikan elastisitas kuku dan menghindari kuku pecah atau lapisan kuku terbelah.
5. Potong dan Bentuk Kuku dengan Benar
Kuku yang terlalu panjang atau bentuknya tidak rapi lebih mudah patah, terutama saat kuteks mulai terkelupas. Biasakan memotong dan membentuk kuku secara rutin menggunakan gunting kuku dan nail file. Hindari membentuk kuku dengan gerakan kasar atau memotong kutikula secara berlebihan, karena itu bisa menyebabkan infeksi kecil yang mengganggu kesehatan kuku.
Bentuk oval atau bulat lebih direkomendasikan karena lebih kuat dan tidak mudah retak dibandingkan bentuk kotak.
6. Lakukan Perawatan Tambahan Seperti Masker Kuku
Masker kuku bisa menjadi tambahan yang menyenangkan dalam rutinitas perawatan. Produk ini biasanya mengandung keratin, vitamin, dan bahan pelembap yang membantu memperkuat struktur kuku dari dalam. Gunakan seminggu sekali sebagai bagian dari me-time kamu di malam hari.
Sobat Holopis juga bisa membuat masker kuku alami sendiri dari campuran madu dan lemon sebagai solusi rumahan yang menutrisi.


