Israel Perluas Blokir Bantuan di Palestina, PBB Makin Khawatir

0 Shares

JAKARTAIsrael dikabarkan akan memperluas operasi militer di Gaza terlepas dari jumlah korban yang terus meningkat. Hal ini pun membuat sekretaris jenderal (sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) khawatir, demikian disampaikan oleh seorang juru bicara PBB pada Senin (5/5). Badan-badan bantuan PBB juga mengecam laporan tentang skema untuk memprivatisasi distribusi bantuan.

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB Antonio Guterres Farhan Haq, mengatakan dalam sebuah konferensi pers harian bahwa Antonio Guterres sangat khawatir dengan kondisi Palestina saat ini.

- Advertisement -

“Saya dapat sampaikan kepada Anda bahwa sekretaris jenderal khawatir dengan laporan-laporan soal rencana Israel memperluas operasi darat dan memperpanjang kehadiran militernya di Gaza tersebut. Hal ini pasti akan menyebabkan lebih banyak lagi warga sipil yang tewas dan kehancuran Gaza yang lebih parah,” kata Farhan, dikutip Holopis.com, Senin (6/5).

Haq mengatakan sangat penting kiranya mengakhiri kekerasan, kematian warga sipil, dan kehancuran Gaza.

- Advertisement -

“Gaza merupakan, dan harus tetap menjadi, bagian tak terpisahkan dari negara Palestina di masa depan,” lanjutnya.

Sebagai informasi, reaksi tersebut muncul setelah Kabinet Keamanan Israel dilaporkan memutuskan untuk memperluas serangan militer di Gaza guna merebut dan menduduki wilayah Palestina.

Ada juga laporan tentang Israel yang akan terus memblokir bantuan kemanusiaan yang dikirim ke Gaza, yang telah dilarang sejak 2 Maret lalu, dan memprivatisasi operasi tersebut dengan menggunakan kontraktor Amerika Serikat alih-alih di bawah pengawasan PBB dan organisasi kemanusiaan lainnya.

Serangan Udara Israel Terus Berlanjut

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mengatakan serangan udara dan serangan lainnya terus berlanjut di Jalur Gaza, serta melaporkan bahwa puluhan orang tewas dan ratusan lainnya terluka selama akhir pekan, termasuk anak-anak dan warga sipil.

OCHA mengungkapkan perampokan dan penjarahan sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, terutama di Gaza City dan sekitarnya, seiring dengan menipisnya persediaan dan penargetan terhadap tempat usaha.

“Ada pula upaya (perampokan atau penjarahan) terhadap gudang-gudang PBB, dan dalam sebagian besar kasus tersebut, para penjaga kami berhasil menghentikannya, atau para penjarah menemukan gudang-gudang tersebut sudah kosong, setelah lebih dari dua bulan blokade skala penuh,” kata OCHA.

OCHA merilis beberapa masalah yang semakin membuat frustrasi warga Palestina. OCHA mengatakan sistem pompa air dan sanitasi di Beit Lahiya, Jalur Gaza utara, yang mati karena ketiadaan bahan bakar pada pekan lalu, masih tidak dapat beroperasi.

Pada Jumat (2/5), saluran air utama dari Israel rusak, sehingga pasokan air ke Gaza utara, termasuk Gaza City, terputus hingga separuhnya. Tim baru dapat memperbaikinya pada Minggu (4/5), berkoordinasi dengan pihak otoritas Israel.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru