JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pengarahan langsung kepada ribuan petugas lapangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam acara yang berlangsung di kediamannya di Hambalang, Sabtu (3/5).
Dalam pidatonya yang penuh semangat, Prabowo menyebut para petugas sebagai “ujung tombak negara” dalam menjaga masa depan anak-anak Indonesia.
Presiden menegaskan bahwa setiap elemen kerja di lapangan mulai dari pengecekan makanan, kualitas gizi, hingga distribusi ompreng merupakan bagian dari misi nasional untuk membentuk generasi penerus yang sehat dan kuat.
“Setiap kali kau periksa ompreng itu, setiap potongan ayam itu, setiap telur itu—ingat! Itu semua bagian dari mengamankan anak-anak bangsa,” tegas Prabowo kepada para anggota Badan Gizi Nasional, Koordinator SPPI, dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Pesan Tegas: Jangan Malas, Jangan Lengah, Jangan Bisa Dibeli
Dalam pidato yang berlangsung penuh empati namun tegas itu, Prabowo mengingatkan bahwa para petugas dapur MBG akan menghadapi berbagai tantangan, termasuk godaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Tidak boleh malas. Tidak boleh lengah. Tidak boleh kongkalikong. Kau akan berusaha dibeli, ditipu, dibohongi. Di mana ada gula, di situ ada semut,” ucapnya.
Menurut Presiden, tugas petugas MBG bukan sekadar operasional, tapi tugas patriotik dan suci. Ia menyebut misi mereka sebagai “tugas mulia yang menyangkut martabat bangsa”.
Presiden juga menitipkan pesan penting agar seluruh petugas MBG selalu menjaga kekompakan dan komunikasi yang solid. Ia mendorong mereka untuk tidak ragu menyampaikan kesulitan di lapangan.
“Pelihara komunikasi dengan kawan. Komunikasi sangat penting. Terus tukar pandangan. Pelihara moril. Ada kesulitan, langsung lapor!”
Program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yang bertujuan memberikan akses makanan bergizi gratis bagi pelajar di seluruh Indonesia, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).

