JAKARTA – Mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum memperingatkan agar TNI tidak main-main dengan politik praktis. Hal ini disampaikan Anas untuk merespons sikap Panglima TNI yang dengan cepat meralat mutasi kepada Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.
“TNI harus menjaga profesionalisme dan menjaga jarak dari politik. Kejadian pengobatan yang dikoreksi atau dibatalkan kembali ini haruslah menjadi pelajaran dan tidak terulang kembali,” kata Anas dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Minggu (4/5/2025).
Ia mensinyalir bahwa prosesi mutasi yang menyeret nama anak kandung Try Sutrisno sangat kental dengan aroma politik dan bentuk ketidakprofesionalan militer Indonesia dalam tata kelola organisasi.
“Karena masyarakat mempunyai alasan untuk menduga bahwa proses mutasi tersebut turut didorong oleh faktor non profesionalisme, dan demikian pula pembatalannya,” ujarnya.
“Kejadian ini sungguh kurang elok dan justru mengurangi citra positif TNI yang selama ini terbangun dengan baik,” sambung Anas.
Mantan narapidana kasus korupsi mega proyek wisma atlet Hambalang tersebut meminta agar semua pihak ikut menjaga marwah TNI, agar jangan sampai ditunggangi oleh kepentingan politik praktis.
“Semua pihak harus berkomitmen untuk menjaga agar TNI tetap istikomah pada khittahnya sebagai tentara rakyat yang profesional dan tidak terkontaminasi sebagian politik. TNI adalah milik negara dan milik seluruh rakyat,” tuturnya.
Diketahui sebelumnya, bahwa Panglima TNI Agus Subiyanto melakukan mutasi kepada sejumlah prajurit tingginya melalui Keputusan Panglima TNI Nomor KEP 554/IV/2025 yang diterbitkan pada tanggal 29 April 2025. Namun selang sehari, putusan itu berubah dengan terbitnya KEP 554.a/IV/2025 tanggal 30 April 2025. Di mana putusan itu membatalkan mutasi atasnama Letjen TNI Kunto Arief Wibowo daru jabatannya sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan 1) menjadi Staf Khusus KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat).

