JAKARTA – Timnas Hoki Outdoor Putri Indonesia gagal meraih gelar juara Kejuaraan Hoki Outdoor Piala Asia 2025, usai hanya menempati peringkat empat setelah kalah melalui shoot out 2-3 (2-2). Sedangkan podium tertinggi didapat Singapura dan Oman.
Sebelumnya diketahui, pertandingan perebutan peringkat 3 Kejuaraan Hoki Outdoor Piala Asia 2025 berlangsung di Lapangan Hoki Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta, Minggu (27/4).
Mengenai kekalahan Indonesia, Sekjen Pengurus Pusat Federasi Hoki Indonesia (PP FHI) Yasser Arafar Suaidy menyampaikan bahwa meski kalah, tim Merah Putih sudah menampilkan permainan yang luar biasa.
“Anak-anak tampil luar biasa. Makanya, kita memberikan apresiasi. Kekalahannya terhormat. Dan, mereka sudah bisa memetik pengalaman berharga dengan menghadapi tim-tim kuat di Piala Asia 2025 ini,” ucap Yasser, sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com.
Sehari sebelumnya, Timnas Hoki Outdoor Putra Indonesia yang mengalahkan Singapura dengan skor 5-3 menempati peringkat ke-9. Ini merupakan kemenangan satu-satunya Pasukan Garuda di Piala Asia 2025.
Sementara itu, Timnas Hoki Outdoor Putri Singapura berhasil merebut gelar juara setelah menang atas Chinese Taipei melalui shoot out 3-2 (2-2) dalam pertandingan perebutan peringkat pertama. Sedangkan Timnas Hoki Outdoor Oman meraih gelar juara setelah mengalahkan Chinese Taipei dengan skor 4-3.
Kemudian, terlepas dari itu semua, Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah babak kualifikasi Asian Games Nagoya 2026 dalam Kongres AHF 2025 yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Sabtu (26/4).
Penunjukan ini dilakukan karena Indonesia dinilai sukses menggelar event internasional termasuk Piala Asia 2025.
“Indonesia ditunjuk menjadi tuan rumah kualifikasi Asian Games Nagoya 2026 diputuskan dalam Kongres AHF yang digelar bersamaan dengan pelaksanaan Piala Asia 2025,” kata Ketua Komisi Protokol AHF, Indra Gamulya yang resmi diperkenalkan dalam Kongres AHF tersebut.
Hadir dalam pertandingan pada hari terakhir Kejuaraan Hoki Oudoor Piala Asia 2025 tersebut, Komite Eksekutif NOC Indonesia Harry Warganegara, Sekjen KONI Pusat Adek Lukman, dan Gubernur Banten Andra Soni.

