Ingin Kembali ke Premier League, Jose Mourinho Dikaitkan dengan Tim Promosi Leeds United


Oleh : Ester S Manullang

JAKARTA - The Spesial One Jose Mourinho berpeluang kembali ke Inggris. Itu lantaran juru taktik ber-KTP Portugal tersebut dikaitkan dengan Leeds United.

Premier League bukan palagan yang baru bagi Mourinho. Di kasta tertinggi Inggris, pria 62 tahun itu pernah menukangi Chelsea, Manchester United, serta Tottenham Hotspur.

Kala membesut Chelsea, ia mempersembahkan sekeranjang trofi termasuk tiga gelar Premier League yang membuatnya salah satu pelatih asing tersukses di negara Raja Charles III.

Jika benar Mourinho kembali ke Inggris, itu pastinya akan membuat kompetisi semakin menarik mengingat ia sosok pelatih bertangan dingin dengan banyak drama di pinggir lapangan.

Terkait mudiknya The Spesial One ke Inggris dikatakannya langsung, meski tak terlalu blak-blakan. Yang pasti, pernyataannya belum lama ini semacam kode kalau dirinya siap menukangi Leeds United yang pada musim depan kembali ke Premier League.

"Hal terbaik yang harus saya lakukan adalah ketika meninggalkan Fenerbahce, saya akan pergi ke klub yang tidak bermain di kompetisi UEFA," kata Mourinho, seperti dilansir Triball Football.

"Jadi, saya siap untuk pergi ke klub papan bawah di Inggris yang membutuhkan pelatih dalam dua tahun. Saya tidak ingin membicarakannya lagi. Saya ingin berbicara tentang permainan," tandas Mourinho.

Mourinho sendiri masih menukangi tim Turki, Fenerbahçe, sejak 2024. Jabatan tersebut ia emban setelah menukangi AS Roma, Italia.

Akan tetapi, Mourinho mengakui ia mengalami kesulitan selama membesut Fenerbahçe. Terlebih tim itu terancam degradasi. Oleh karena itulah ia ingin cabut, mencari suasana baru.

"Saya kesal, dan saya tidak sedang dalam periode karier saya untuk kesal. Saya sedang dalam periode karier saya untuk selalu bahagia dan saat ini bermain di kompetisi Eropa, saya selalu kesal. Namun saya tidak akan melawan degradasi. Itu terlalu sulit! Sejujurnya, saya yakin itu adalah hal yang paling sulit," ketus Mourinho.

"Itu lebih sulit daripada bermain untuk meraih gelar. Itu pasti sangat sulit secara emosional, karena itu adalah sesuatu yang mengubah hidup. Saya pikir orang-orang pemberanilah yang melakukannya," tuntasnya.

Tampilan Utama