JAKARTA – Di tengah sorotan dari ajang Gran Premio Estrella Galicia 0,0 de España di Jerez, satu kabar besar juga datang dari markas Yamaha. Setelah bertahun-tahun setia pada konfigurasi mesin Inline-4, pabrikan asal Iwata akhirnya bersiap melakukan revolusi besar: pengembangan mesin V4 untuk MotoGP.
Dikonfirmasi secara publik sejak September 2024, Yamaha telah memulai program pengujian mesin V4. Pembalap penguji mereka, Augusto Fernandez, dipercaya menjajal prototipe V4 dalam tes tertutup di Sirkuit Valencia.
Berbicara di area pit lane, Managing Director Yamaha Motor Racing, Paolo Pavesio, mengisyaratkan bahwa mesin V4 bisa saja debut secara resmi pada musim 2025. “Ya, itu adalah target kami,” ungkapnya dikutip Holopis.com dari laman MotoGP, Sabtu (26/4).
“Kami ingin siap untuk tampil dengan wildcard. Artinya, kami ingin Augusto berada di trek dengan motor V4 kami. Jika motor ini terbukti lebih cepat dan lebih kompetitif dari motor saat ini, maka tidak menutup kemungkinan kami akan menggunakannya musim depan,” jelas Pavesio.
Saat ini, Yamaha menjadi satu-satunya tim yang masih menggunakan konfigurasi Inline-4 setelah kepergian Suzuki dari MotoGP pada akhir 2022. Sementara itu, rival mereka seperti Ducati, KTM, Aprilia, dan Honda telah lama mengandalkan mesin V4 yang dinilai lebih kompetitif dalam hal tenaga dan akselerasi.
Sejak kemenangan terakhir Fabio Quartararo di Sachsenring 2022, Yamaha belum mencicipi podium tertinggi lagi. Bahkan kemenangan terakhir untuk motor bermesin Inline-4 di MotoGP terjadi di Valencia 2022 lewat Alex Rins.
Langkah menuju mesin V4 diyakini menjadi upaya serius Yamaha untuk kembali ke jalur kemenangan dan menutup celah performa dengan rival-rival utama mereka.


