Jenazah Paus Fransiskus Lewati Colosseum Roma

0 Shares

JAKARTA – Setelah prosesi Misa Pemakaman Paus Fransiskus, peti jenazah Paus pun dibawa secara pelan ke Gereja Santar Maria Maggiore menggunakan mobil khusus yang sudah disesuaikan, dan bisa disaksikan oleh seluruh masyarakat di Vatikan, dan Roma Italia secara langsung.

Dalam perjalanan peti Paus yang akan diantarkan untuk terakhir kalinya di seputaran Roma juga dapat disaksikan oleh seluruh masyarakat dunia melalui siaran langsung. Prosesi ini meninggalkan Kota Vatikan, dan mengikuti rute sejauh 6 km melintasi Sungai Tiber.

- Advertisement -

Peti pun sudah melewati lokasi ikonis Italia, Colosseum, di mana terlihat jutaan masyarakat sudah menunggu dengan sabar dan rapih demi melihat peti mati Paus Fransiskus yang akan lewat.

Berdasarkan pantauan Holopis.com, sudah ada tiga ribu relawan yang ditempatkan di sepanjang jalan, untuk memberikan petunjuk arah, bantuan medis, serta air untuk para peziarah.

- Advertisement -

Nantinya Sobat Holopis, pemakaman di gereja tidak dibuka untuk umum. Namun sudah banyak masyarakat yang berkumpul di depan gereja.

Sebagai informasi, hari ini umat Katolik di seluruh dunia menyaksikan secara langsung proses pemakaman Paus Fransiskus di mana pun mereka berada. Dunia hari ini memberikan penghormatan terakhir kepada Paus Fransiskus di Misa Pemakaman yang berlokasi di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Sabtu (26/4).

Hadir pula dalam pemakaman ini para tamu kehormatan dunia dari 150 negara, termasuk Pangeran William, mantan Presiden AS Joe Biden, dll. Hadir pula presiden dari berbagai negara seperti Prancis, Argentina, Jerman, Filipina, Ukraina, dll.

Sementara itu Mantan Presiden Indonesia Joko Widodo menjadi perwakilan Indonesia untuk menghadiri Misa Pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan.

Dikenal Sebagai Paus Fransiskus yang Penuh Reformasi

Paus Fransiskus dikenal karena gaya kepemimpinan yang kurang formal dibandingkan dengan pendahulunya. Ia memilih tinggal di Domus Sanctae Marthae, sebuah wisma di Vatikan, daripada di apartemen kepausan yang digunakan oleh Paus sebelumnya. Pendekatan ini mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati yang menjadi ciri khasnya.

Kepausan Fransiskus juga ditandai dengan upayanya untuk membuka dialog dan menciptakan inklusi. Meskipun ia mempertahankan pandangan Gereja tentang penahbisan wanita sebagai imam, ia memulai diskusi tentang kemungkinan diakones dan menjadikan wanita anggota penuh dikasteri di Kuria Roma.

Ia juga berpendapat bahwa Gereja harus lebih terbuka dan menyambut anggota komunitas LGBT, serta mendorong dekriminalisasi homoseksualitas di seluruh dunia.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru