JAKARTA – Dalam rangka Hari Malaria Sedunia, perlu bagi Sobat Holopis untuk mengetahui gejala penyakit ini. Malaria bukanlah penyakit biasa. Meskipun telah dikenal sejak berabad-abad lalu dan kini dapat diobati, malaria tetap menjadi ancaman serius bagi jutaan orang di seluruh dunia, khususnya di wilayah tropis dan subtropis. Penyakit ini disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina.
Penyakit malaria berbahaya adalah karena gejalanya sering kali mirip dengan penyakit lain, seperti flu atau demam berdarah, sehingga banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah terinfeksi. Jika tidak segera ditangani, malaria dapat menyebabkan komplikasi berat bahkan kematian.
Ini dia Sobat Holopis, gejala Malaria yang harus diketahui.
1. Demam Berulang
Demam adalah gejala utama malaria. Biasanya dimulai dengan rasa dingin menggigil, diikuti demam tinggi, dan akhirnya disusul dengan keringat berlebih saat suhu tubuh turun. Siklus demam ini bisa terjadi setiap 24, 48, atau 72 jam, tergantung pada jenis Plasmodium.
2. Kelelahan dan Nyeri Otot
Penderita malaria sering merasa sangat lelah dan mengalami nyeri otot serta sakit sendi yang mengingatkan pada flu berat. Kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari dan membuat tubuh terasa sangat lemas.
3. Sakit Kepala dan Mual
Selain demam, penderita malaria sering kali mengalami sakit kepala hebat disertai mual dan muntah. Gejala ini bisa membuat penderita merasa sangat tidak nyaman dan membingungkan dengan penyakit lain yang memiliki gejala serupa.
4. Komplikasi Malaria Berat
Jika tidak segera ditangani, malaria dapat berkembang menjadi malaria berat, yang bisa menyebabkan anemia berat, kejang, gangguan pernapasan, bahkan kematian. Penderita dengan gejala berat perlu mendapatkan perawatan medis segera.
Komplikasi pada Malaria Berat
Jika malaria berkembang menjadi malaria berat atau malaria falciparum, gejalanya bisa jauh lebih parah dan mengancam nyawa. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi antara lain:
- Anemia berat akibat rusaknya sel darah merah
- Kejang dan kehilangan kesadaran
- Kesulitan bernapas
- Penurunan fungsi organ (ginjal, hati)
- Syok dan kematian, jika tidak segera ditangani
Malaria berat biasanya berkembang cepat, khususnya pada anak-anak, ibu hamil, dan orang dengan sistem imun lemah. Penanganan darurat dan rawat inap di rumah sakit sering kali diperlukan dalam kasus ini. Mengenali gejalanya sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.

