Usia Kardinal Suharyo di Bawah 80 Tahun, Berpeluang Ikut Pemilihan Paus Baru


Oleh : Ronalds Petrus Gerson

JAKARTA - Wafatnya Paus Fransiskus membuka babak baru dalam sejarah Gereja Katolik, persiapan konklaf untuk memilih penggantinya. Namun, dari Indonesia, Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, belum memastikan keikutsertaannya dalam pertemuan sakral para kardinal di Vatikan tersebut.

“Saya belum pernah ikut Konklaf, jadi nanti saya akan melihat apa yang harus saya lakukan,” ujar Kardinal Suharyo kepada wartawan di Gereja Katedral Jakarta, Senin (21/4).

Pernyataan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat ia adalah satu-satunya kardinal aktif dari Indonesia yang masih memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam pemilihan Paus baru.

Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, menyampaikan keyakinannya bahwa Kardinal Suharyo akan berangkat ke Vatikan. Ia menegaskan bahwa hanya kardinal berusia di bawah 80 tahun yang memiliki hak untuk memilih dan dipilih dalam konklaf.

“Saat ini ada sekitar 200 kardinal di seluruh dunia, tetapi hanya 120 yang memenuhi syarat untuk ikut dalam pemilihan. Kardinal Suharyo salah satunya, karena beliau baru berusia 74 tahun,” jelas Mgr. Antonius di Kantor KWI, Menteng, Jakarta Pusat.

Dengan usianya yang masih dalam batas, Kardinal Suharyo tidak hanya berhak memilih, namun juga secara teknis dapat menjadi kandidat Paus baru. Sebuah kehormatan luar biasa, meskipun sangat jarang diberikan kepada kardinal dari Asia Tenggara.

Sosok Kardinal Suharyo: Suara Katolik Indonesia di Dunia

Ignatius Suharyo ditunjuk menjadi kardinal oleh Paus Fransiskus pada 2019, menjadikannya sebagai representasi Gereja Katolik Indonesia dalam lingkaran tertinggi Vatikan.

Sebelum menjadi Uskup Agung Jakarta, ia dikenal luas karena kepemimpinannya sebagai Uskup Agung Semarang dan kontribusinya dalam bidang pendidikan dan dialog antaragama.

Meskipun belum pernah mengikuti konklaf sebelumnya, pengalaman dan rekam jejak Kardinal Suharyo menempatkannya dalam posisi strategis di tengah momen penting Gereja Katolik dunia ini.

Tampilan Utama