Paus Fransiskus Meninggal, Kardinal Kevin Farrell Pimpin Masa Transisi Vatikan

0 Shares

JAKARTA – Dunia dikejutkan oleh kabar duka yang menggema dari Kota Vatikan. Paus Fransiskus menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (21/4) pagi waktu setempat, meninggalkan kekosongan tak hanya di hati umat Katolik, tetapi juga dalam struktur tertinggi Gereja Katolik Roma.

Di balik pengumuman yang sarat kesedihan itu, berdiri sosok yang kini menjadi pusat perhatian yakni Kardinal Kevin Farrell. Pria kelahiran Dublin tahun 1947 ini bukan hanya tokoh penting di balik layar, tapi kini memegang kendali sebagai camerlengo, penjabat sementara pemerintahan Vatikan dalam masa transisi.

- Advertisement -

Penunjukan Farrell sebagai camerlengo oleh Paus Fransiskus pada 2019 kini menjadi keputusan yang sangat strategis. Ia dipercaya untuk memimpin masa Sedes Vacans, periode tanpa pemimpin tertinggi Gereja, sampai paus baru terpilih dalam konklaf.

Siapa Kardinal Kevin Farrell?

Kedekatan Farrell dengan Amerika Serikat menjadi sorotan tersendiri. Sebelum menjabat di Vatikan, ia telah mengabdi selama lebih dari 30 tahun di sejumlah keuskupan di Negeri Paman Sam, termasuk sebagai Uskup Dallas sejak 2007.

- Advertisement -

Pada 2016, Paus Fransiskus memanggilnya ke Roma untuk memimpin departemen baru yang fokus pada keluarga dan pelayanan umat. Setahun kemudian, ia diangkat menjadi kardinal, menandai kepercayaan besar yang diberikan oleh Paus.

Farrell tidak hanya mengemban jabatan camerlengo. Pada 2023, ia juga diangkat sebagai Presiden Mahkamah Agung Negara Kota Vatikan dan menjabat sebagai Presiden Komisi Urusan Rahasia, posisi-posisi yang menempatkannya di jantung birokrasi gereja.

Sebagai camerlengo, Farrell kini memegang tanggung jawab penting: memastikan sertifikasi resmi kematian Paus, memimpin pemindahan jenazah dari Domus Santa Marta ke Basilika Santo Petrus, serta mempersiapkan segala hal menyangkut konklaf — pertemuan para kardinal untuk memilih paus baru.

Secara teknis, camerlengo sendiri bisa terpilih menjadi paus, seperti yang terjadi pada Gioacchino Pecci (Paus Leo XIII) pada 1878 dan Eugenio Pacelli (Paus Pius XII) pada 1939. Namun, apakah sejarah akan kembali terulang? Dunia kini menunggu.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru