JAKARTA – Manajer Arsenal Mikel Arteta mengaku dirinya sempat merasa cemas di awal laga kontra Real Madrid pada leg kedua perempat final Liga Champions. Pelatih asal Spanyol itu sadar bahwa Los Blancos merupakan tim dengan mentalitas comeback yang bagus.
Seperti yang telah diketahui bersama sebelumnya, bahwa Arsenal baru saja ‘bentrok’ dengan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Kamis (17/4) dini hari WIB.
Arsenal menatap laga tersebut dengan keunggulan agregat 3-0. Menariknya, ketertinggalan itu seolah memecut harga diri Real Madrid di bawah pendukungnya sendiri.
Real Madrid langsung tancap gas sejak awal babak pertama, bahkan belum genap lima menit, gawang Arsenal sempat kebobolan, namun dianulir karena Mbappe terjebak offside.
Sejumlah peluang lain dari Real Madrid pun mengancam gawang Arsenal, seperti hal nya dari Vinicius hingga Mbappe. Namun pada akhirnya Arsenal tetap menang dengan skor 2-1.
Dua gol kemenangan Arsenal dicetak Bukayo Saka dan Gabriel Martinelli, sedangkan gol Real Madrid diciptakan Vinicius Junior.
Selepas laga, Arteta mengakui bahwa dirinya sempat cemas dengan track record comeback yang dimiliki Real Madrid tersebut.
“Penghargaan besar untuk (Real Madrid), ini adalah pertama kalinya saya menjadi pelatih di ruang ganti itu, dan hari ini saya menyadari setelah tiga menit di stadion ini, segalanya mungkin terjadi,” ungkap Arteta, seperti dikutip Holopis.com dari situs resmi Arsenal.
“Mereka ahli dalam menciptakan kekacauan dan keyakinan seperti itu, dan sangat sulit untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dalam permainan dan memiliki kepastian tertentu tentang bagaimana kami mengendalikannya. Saya rasa mereka menunjukkan banyak kedewasaan,” tambahnya.
Sebagai informasi tambahan, Arsenal pun dijadwalkan tanding melawan Paris Saint-Germain (PSG) di semifinal Liga Champions nanti.

