Akademisi Soroti Niat Baik Prabowo Bentuk Koperasi Desa, Tapi Rawan Dirusak


Oleh : Khoirudin Ainun Najib

JAKARTA - Pemerintah berencana membentuk 80 ribu Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Rencana ini pun menuai respon positif dari kalangan akademisi.

Akademisi sekaligus Ketua Komite Mahasiswa Indonesia (KMI), Syamsul Fatria J. menilai kehadiran koperasi desa tersebut sebagai terobosan Presiden Prabowo Subianto mewujudkan pemerataan ekonomi hingga ke akar rumput.

"Pendirian Kopdes Merah Putih adalah terobosan yang pas di tengah ketidakpastian kondisi masyarakat pedesaan yang sangat memerlukan perhatian lebih," ungkapnya kepada Holopis.com, Selasa (16/4).

Dia berharap, kehadiran koperasi desa dapat memangkas ketimpangan masyarakat di pedesaan yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) besar pemerintah.

Namun demikian, Syamsul mengingatkan pentingnya kolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk mengawasi pembentukan koperasi desa yang kabarnya menelan anggaran hingga Rp400 miliar tersebut.

Terlebih lagi, sebagian anggaran koperasi desa ini dikabarkan akan mengambil Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), yang tentunya perlu pengawasan agar pembangunan di daerah bisa tetap jalan sebagaimana mestinya.

"Anggaran ini menurut saya sangat besar. Sehingga keterlibatan aparat penegak hukum seperti Kejagung diperlukan untuk mengawasi implementasi niat baik Presiden untuk masyatakat desa," ujar Syamsul mengingatkan.

Terlepas dari narasi Koperasi Desa yang rawan korupsi, Syamsul memandang rencana pembentukan Koperasi Desa yang menjadi niat baik Presiden Prabowo Subianto perlu di dukung.

Ia menilai, kehadiran Kopdes Merah Putih ini bisa menjadi salah satu alat bagi pemerintah untuk memberikan perlawanan terhadap praktik-praktik kapitalisme, yang selama ini menyedot sumber daya alam (SDA) desa secara ugal-ugalan.

"Memerangi kaum kapitalis saya fikir adalah langkah besar. Pemerintah perlu melakukan pelatihan yang mendalam serta penanaman jiwa nasionalisme untuk menanggulangi problematika kapitalisme yang per hari ini sangat susah diatasi," ujarnya.

"Namun saya pikir, Koperasi Desa ini bisa menjadi semacam alat pemerintah untuk menggebuk kaum-kaum kapitalis yang semena-semena terhadap rakyat desa," pungkasnya.

Tampilan Utama