JAKARTA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) baru saja mengumumkan kucuran dana untuk 13 cabang olahraga, termasuk sepakbola. Dalam hal ini, Ketua Umum PSSI pun menegaskan pihaknya akan transparan soal pendanaan.
Kemenpora menggelontorkan dana sebesar Rp 420 miliar, dimana Rp 199 miliar diantaranya dikhususkan bagi sepakbola Indonesia.
Dana yang dikucurkan Kemenpora itu tak hanya sekadar biaya dukungan untuk Pelatnas saja, namun juga sebagai penyelenggaraan kejuaraan dunia di Indonesia.
Menpora Dito menjelaskan mengenai kucuran dana tahap pertama tersebut, dimana PSSI disebutnya sebagai cabor strategis sesuai dengan Inpres No. 3 tahun 2019.
Tahap pertama ini diberikan kepada 13 cabor, 12 diantaranya lolos Olimpiade 2024, kemudian ada PSSI sebagai cabor strategis sesuai dengan Inpres No. 3 tahun 2019 Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional. Kami jamin akuntabilitas untuk memasukkan uang ke rekening masing-masing cabor,” ujarnya lagi.
Ada pun Menpora Dito menyebut sepakbola, dalam hal ini PSSi merupakan penerima anggaran terbesar.
“PSSI dapat Rp 199 miliar itu yang terbesar. Pastinya untuk PSSI menuju Piala Dunia sudah masuk ke asa cita menyesuaikan Inpres No. 3 tahun 2019 mengikuti percepatan sepakbola,” kata Dito.
“Selain itu, bahwa seluruh kebutuhan yang diperlukan cabor untuk mendapatkan target di masing-masing semua berdasarkan kebutuhan,” sambungnya.
“Jadi tidak semua cabor nominalnya disamaratakan. Semua kami berikan sesuai kebutuhan masing-masing. Insyaallah tak ada yang kurang, kalau ke BUMN,” imbuhnya.
Terkait hal ini juga, Erick Thohir turut berterima kasih karena pemerintah support sepakbola nasional agar bisa lebih berprestasi lagi. Selain itu, PSSI akan transparan mengenai pendanaan.
“Kepercayaan dari masyarakat itu hal yang sangat penting dalam membangun olahraga nasional. Tidak mungkin membangun olahraga nasional itu hanya satu pihak saja,” ucap Erick, sebagaimana informasi yang dikutip Holopis.com.
“Karena itu dari awal saya, Pak Menpora, dan Bapak Presiden mendukung penuh, DPR mendukung penuh semua daripada program yang kita paparkan secara transparan,” sambungnya.
“Program ini pun tidak kita paparkan hanya di dalam ini, tetapi juga tentu sama seperti apa yang kita sudah sampaikan kepada FIFA. Dan FIFA, pemerintah, masyarakat, semua prestasinya dari pemerintah yang melakukan bahwa pengakuan ini sendiri semua dilakukan secara transparan,” tambahnya.
“Jadi kalau kita lihat, pendanaan pun kita publikasi secara transparan, kita akomodir, kita semua buka. Nanti ada juga rencana pada bulan Juni ini, PSSI akan rapat Exco bahwa angka target daripada pengumpulan dana setahun ini Rp 650 miliar,” tukasnya.
“Terima kasih dari Pak Presiden, Pak Dito yang terus mendukung, itu kurang lebih hampir Rp 200 miliar. Dan kami sendiri mengumpulkan dana secara tentu partisipasi daripada pihak private sector daripada support-an hampir Rp 450 miliar,” lanjutnya.
“Jadi angka yang saya rasa signifikan kalau dilihat perbandingkan porsi pemerintah dan porsi daripada masyarakat itu sendiri. Dan ini yang kita juga sampaikan, tentu sejalan dengan prestasinya sendiri, jadi bukan hanya dana-nya, tapi prestasinya pun juga ada,” imbuhnya.

