Selain itu, Hasto dan tahanan Katolik lain merayakan Ekaristi di rutan, termasuk penerimaan daun palma pada Minggu Palma. “Ternyata hari Minggu kemarin ada Misa untuk teman-teman yang beragama Katolik di dalam,” ucap Suharyo.
Kardinal Suharyo menegaskan, kunjungannya bukan hanya untuk Hasto, tetapi juga untuk tahanan Katolik lainnya. “Ada bermacam-macam alasan kenapa saya datang mengunjungi Pak Hasto. Dan bukan hanya Pak Hasto, tetapi teman-teman yang beriman Katolik, tadi saya kunjungi juga,” kata dia.
Kardinal Suharyo menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab pastoralnya untuk memperhatikan umat yang berada dalam kesulitan. “Itu tanggung jawab saya, salah satu tanggung jawab saya untuk selalu memperhatikan saudari-saudara kita yang dalam keadaan sulit. Berada di dalam tahanan pasti keadaannya sulit,” tutur dia.
Kardinal juga mengikuti tradisi Paus Fransiskus yang rutin mengunjungi narapidana jelang Paskah. “Ketika masih sehat, kalau masa-masa Paskah begini, pada hari Kamis, beliau selalu datang ke penjara. Selalu. Saya juga sebagai seorang pastor di Keuskupan Agung Jakarta mempunyai tanggung jawab seperti itu. Saya juga sebagai seorang pastor di Keuskupan Agung Jakarta, mempunyai tanggung jawab seperti itu. Dan saya biasa mengunjungi itu di daerah, wilayah pelayanan saya di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi,” kata dia.
Kardinal Suharyo lebih lanjut mengatakan alasan selanjutnya mau mengunjungi Rutan KPK pada hari ini. Pasalnya, tahun ini Gereja Katolik seluruh dunia merayakan yang namanya Tahun Yubileum. Dimana, tema Tahun Yubileum Gereja Katolik adalah Pengharapan, Peziarah dan Pengharapan.
“Kita semua adalah peziarah, pengharapan, dan tadi Pak Hasto juga berbicara mengenai pengharapan itu. Salah satu tanda dari harapan adalah mengunjungi saudara-saudara yang berada di dalam tahanan. Itu alasan pastoral, alasan tanggung jawab saya sebagai Uskup mengapa saya datang ke sini,” ujar dia.
Kardinal Suharyo juga mengungkapkan alasan pribadinya mengunjungi Hasto Kristiyanto.Ia menyebut jika hubungan pribadinya dengan keluarga Hasto telah terjalin sejak lama. Apalagi, sama-sama tumbuh besar di Jalan Kaliurang, Yogyakarta.
“Alasan pribadi ada, Pak Hasto itu rumahnya di Jalan Kaliurang di Gentan. Di depan rumahnya, di sebelah rumahnya itu ada lapangan sepak bola. Saya dulu tinggal di sana itu 16 tahun, lebih 23 tahun, tambah 7 tahun malahan. Saya sering main sepak bola di lapangan itu. Jadi kurang lebih saya kenal dengan keluarganya karena sesudah main sepak bola, mampirnya ya ke rumahnya keluarganya Mas Hasto itu. Jadi ini bukan kenal sekarang saja, sudah lama saya kenal beliau,” pungkas Kardinal Suharyo.


