Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Kabupaten Banjar

2 Shares

JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan dan berdampak kepada ribuan rumah warga.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan, dari data yang diterima, ada ribuan warga yang terdampak bencana banjir.

- Advertisement -

“Banjir juga terjadi di Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan, yang berdampak pada sekitar 5.709 KK atau 16.752 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Minggu (13/4).

Abdul mengatakan, ribuan rumah warga terdampak bencana banjir dengan ketinggian air cukup bervariasi di lokasi.

- Advertisement -

“4.218 unit rumah terendam banjir,” imbuhnya.

Abdul menambahkan, monitoring tinggi muka air dilakukan melalui Early Warning System (EWS) di Desa Rantau Nangka dan Desa Sungai Arfat.

Berdasarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem periode 11–13 April 2025, wilayah dengan potensi hujan sedang hingga lebat antara lain: Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat.

Menyikapi hal tersebut, Abdul mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah dengan mengikuti informasi prakiraan cuaca harian dari instansi terkait secara berkala.

“Membersihkan saluran drainase maupun daerah aliran sungai (DAS), dan mempersiapkan tas siaga bencana. Jika hujan lebat terjadi lebih dari satu jam dan menghalangi jarak pandang kurang dari 100 meter, masyarakat yang tinggal di dekat DAS maupun area perbukitan atau lereng dapat melakukan evakuasi sementara ke tempat yang lebih aman,” imbaunya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
2 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru