JAKARTA – Bencana banjir merendam sejumlah pemukiman warga yang ada di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan sejak Kamis (10/4) yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, banjir terjadi karena meluapnya Sungai Noling akibat kenaikan debit air yang disebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi.
“Sedikitnya tiga desa dan dua kelurahan di Kecamatan Ponrang terdampak banjir dengan ketinggian air dari 30 sampai 50 sentimeter,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Jumat (11/4).
Abdul menjelaskan bahwa bencana banjir menyebabkan sebanyak 600 KK di Kabupaten Luwu terdampak dan dua KK atau tujuh jiwa di antaranya mengungsi di pos pengungsian yang telah dibuat oleh BPBD setempat.
Selain mendirikan pos pengungsian, BPBD juga telah melakukan evakuasi warga terdampak dan siswa sekolah karena adanya lima unit fasilitas pendidikan yang terdampak.

