Gempa M 4,1 Guncang Bogor, BMKG: Dipicu Sesar Aktif Citarik

0 Shares

JAKARTA – Gempa dengan kekuatan magnitudo 4,1 mengguncang wilayah Bogor dan sekitarnya pada Kamis malam (10/4), pukul 22.16 WIB, mengejutkan warga yang tengah beristirahat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa ini bersumber dari aktivitas sesar aktif Citarik, dengan mekanisme geser mengiri (sinistral strike-slip).

- Advertisement -Hosting Terbaik

Gempa yang tergolong kerak dangkal ini tercatat terjadi pada koordinat 6.62 LS dan 106.8 BT, dengan kedalaman hiposenter hanya 5 kilometer, menjadikannya terasa cukup kuat di permukaan. Getarannya dirasakan di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, hingga Depok, dengan intensitas III MMI—getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas.

“Pembangkit gempa Bogor diduga kuat adalah Sesar Citarik, sesuai dengan hasil analisis mekanisme sumber gempa oleh BMKG,” terang pihak BMKG.

- Advertisement -

Bukti bahwa gempa ini bersifat tektonik tampak dari catatan gelombang seismik di sensor DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko), yang menunjukkan karakteristik gelombang S dengan komponen frekuensi tinggi—ciri khas gempa kerak dangkal akibat aktivitas patahan aktif.

Hingga pagi hari pukul 06.00 WIB, BMKG mencatat empat kali gempa susulan:

  • 23.12 WIB (Magnitudo 1,9)
  • 23.14 WIB (Magnitudo 1,7)
  • 01.04 WIB (Magnitudo 1,6)
  • 01.38 WIB (Magnitudo 1,7)

Meskipun magnitudonya kecil, rentetan gempa susulan ini membuat sebagian warga tetap waspada sepanjang malam.

Dampak nyata dari gempa terasa di beberapa wilayah Kota Bogor. BPBD Kota Bogor melaporkan 14 rumah mengalami kerusakan, tersebar di Bogor Barat, Bogor Tengah, dan Bogor Selatan. Jenis kerusakan beragam, mulai dari dinding retak hingga plafon rumah yang ambruk.

“Kami masih melakukan pendataan lanjutan, namun sementara ini sudah ada 14 rumah terdampak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatullah.

Meski tidak ada korban jiwa, gempa ini menjadi pengingat bahwa wilayah Bogor dan sekitarnya masih berpotensi terdampak aktivitas tektonik, terutama dari patahan-patahan aktif seperti Sesar Citarik yang belum banyak diketahui publik.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis