Kemhan Ngotot Tak Ada Anggota TNI yang Dibunuh Teroris Papua


Oleh : Ronald Steven

JAKARTA - Kementerian Pertahanan bersikeras menyatakan bahwa tidak ada satupun personel TNI yang menjadi korban pembantaian teroris Papua di Yahukimo, Papua Pegunungan.

Kepala Biro Informasi dan Humas Kementerian Pertahanan Frega Wenas menyebut, klaim yang disampaikan teroris Papua saat membantai para pendulang emas adalah sebagai upaya propaganda semata yang hendak menyudutkan pemerintah dan TNI.

"Jadi propaganda yang dilakukan dengan menyebutkan bahwa itu adalah agen intelijen dari TNI itu sama sekali tidak benar," kata Frega di Jakarta pada Kamis (10/4).

Frega menjelaskan bahwa sampai dengan saat ini pemerintah mengedepankan aparat kepolisian untuk mengevakuasi korban. Hal itu sebagai bukti bahwa tidak ada prajurit TNI yang menjadi korban.

Menurut dia, narasi yang disampaikan KKB tentang TNI harus diluruskan. Sebab mereka menyampaikan narasi ke pihak-pihak luar negeri, baik individu maupun organisasi sipil untuk menyebarkan propaganda.

"Jangan sampai nanti karena ada propaganda, ada pernyataan yang menggunakan video, dokumentasi kemudian disebarluaskan ke luar negeri terbentuk opini seakan-akan itu adalah benar," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, teroris Papua kembali melakukan serangan demi serangan baik kepada warga sipil maupun pihak keamanan yang ada di sejumlah wilayah Bumi Cenderawasih tersebut.

Dimana kali ini, juru bicara teroris Papua atau yang dicap OPM (organisasi Papua merdeka) Sebby Sambom mengklaim telah menembak 11 anggota TNI yang menyamar sebagai pendulang emas.

"Telah berhasil eksekusi mati sebelas (11) anggota Militer Pemerintah Indonesia yang menyamar sebagai pendulang emas di wilayah operasi TPNP," ucap Sebby dalam pernyataan resminya.

Sebby menyebut, eksekusi ini telah dilakukan para kelompoknya mulai dari tanggal 6 hingga 8 April 2025 yang lalu.

"Selama tiga hari operasi, kami berhasil membunuh sebelas anggota Militer Pemerintah Indonesia dan tiga orang lainnya luka-luka," klaimnya.

Sebby kemudian menyerukan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak lagi mengirimkan pasukan TNI dengan berbagai cara penyamaran.

"Disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk segera hentikan pengiriman pasukan ke Papua untuk menjadikan mereka sebagai pendulang emas, tukang bangunan, tukang bakso dan sebagainya, dan itu kami akan bunuh," ancamnya.

Tampilan Utama