JAKARTA – Menteri ekonomi negara-negara ASEAN sepakat tidak membalas kebijakan tarif yang dikeluarkan Amerika Serikat (AS). Mereka pun mendorong untuk mengambil langkah dialog dengan negara Paman Sam tersebut.
Hal tersebut sebagaimana disampaikan dalam penyataan bersama seusai pertemuan menteri ekonomi ASEAN yang dipimpin Malaysia pada hari ini, Kamis (10/4).
“Kami menyatakan niat bersama kami untuk terlibat dalam dialog yang jujur dan konstruktif dengan AS untuk mengatasi masalah terkait perdagangan,” kata para menteri dalam pernyataan besama mereka, seperti dikutip Holopis.com.
Dalam pernyataan bersama, para menteri ekonomi ASEAN sepakat, bahwa komunikasi dan kolaborasi yang terbuka akan sangat penting untuk memastikan hubungan yang seimbang dan berkelanjutan.
“Dalam semangat itu, ASEAN berkomitmen untuk tidak mengenakan tindakan balasan apa pun sebagai tanggapan atas tarif AS,” ujar mereka.
Dalam pertemuan tersebut, ASEAN juga menyatakan dukungannya terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sebagai platform utama untuk dialog perdagangan, terutama dalam mencegah peningkatan ketegangan dan mempromosikan tatanan dunia berbasis aturan.
Diberitakan Holopis.com sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif tinggi kepada hampir semua negara di dunia, termasuk Indonesia yang terkena tarif dengan besaran 32 persen.
Namun Trump kemudian menunda kebijakan itu selama 90 hari, atau selama tiga bulan penuh. Penundaan itu dilakukan lantaran Trump menilai adanya upaya negara-negara dalam menawarkan kesepakatan dengan AS.
Vietnam misalnya, yang berjanji memangkas tarif terhadap impor AS dan membeli lebih banyak produk AS.


