JAKARTA – Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri dikabarkan sudah sepakat dengan pemerintah untuk mengirimkan kepala daerah yang berasal dari partainya ikut dalam retret kepala daerah gelombang kedua.
Juru bicara PDIP Ahmad Basarah pun mengakui kesepakatan tersebut juga telah dibahas dalam internal PDIP.
“Sudah ada kesepakatan kami bahwa kepala daerah dari PDIP yang belum ikut retret angkatan pertama, akan ikut pada angkatan ke kedua,” kata Ahmad Basarah dalam pernyataannya pada Jumat (4/4).
Basarah bahkan mengakui bahwa arahan Megawati kali ini bukan lagi menyuruh untuk menunda hadir seperti halnya pada saat retret gelombang pertama.
Dimana instruksi tersebut diberikan sesaat setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dijebloskan ke penjara oleh KPK.
“Hal tersebut adalah arahan dari Bu Megawati,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) memastikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan pelaksanaan retret kepala daerah gelombang kedua.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menjelaskan, pihaknya bahkan sudah menyiapkan anggaran pelaksanaan retret gelombang kedua tersebut.
“Anggaran sudah disiapkan semua, kami kan sudah hitung,” kata Bima Arya dalam pernyataannya pada Kamis (3/4).
Bima pun menyebut, ada 49 kepala daerah terpilih yang belum mengikuti retret kepala daerah. Baik itu Gubernur Bali yang sempat mangkir, maupun kepala daerah lainnya yang masih harus menjalani sengketa di Mahkamah Konstitusi.
Ia mengatakan ada sekitar 25 kepala daerah yang akan mengikuti retret gelombang kedua.
“Sebagian dari ini akan mengikuti gelombang kedua, yaitu yang teman-teman di Bali nggak sempat ikut, kemudian ada yang gugatannya ditolak di Mahkamah Konstitusi,” jelasnya.

