Trump Naikkan Tarif 20% untuk Eropa, Uni Eropa Siapkan Serangan Balik


Oleh : Ronalds Petrus Gerson

JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa kian memanas! Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, mengumumkan bahwa Uni Eropa tengah menyiapkan langkah balasan terhadap keputusan Presiden AS Donald Trump yang menetapkan tarif 20 persen untuk barang asal Eropa.

"Kami siap merespons. Saat ini, kami tengah merampungkan paket pertama langkah balasan terhadap tarif baja, dan langkah tambahan sedang disiapkan untuk melindungi kepentingan serta bisnis kami jika negosiasi menemui jalan buntu," ujar von der Leyen dalam konferensi pers di Samarkand pada Kamis (3/4).

Von der Leyen menegaskan bahwa Komisioner Perdagangan dan Keamanan Ekonomi Uni Eropa, Maros Sefcovic, terus berkomunikasi dengan pihak Amerika guna mencari solusi. Namun, Uni Eropa juga tak ragu untuk mengambil tindakan tegas jika kepentingan mereka terancam.

Tarif Trump Memicu Ketegangan Global

Pada Rabu (2/4), Trump mengumumkan kebijakan tarif timbal balik yang menargetkan berbagai negara. Tarif dasar yang diberlakukan adalah 10 persen untuk semua impor asing, tetapi tarif lebih tinggi, yakni 20 persen, dikenakan khusus untuk barang-barang asal Eropa. Trump berdalih bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menyeimbangkan perdagangan, mengingat AS selama ini menghadapi tarif tinggi dari negara-negara lain.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa tarif 10 persen untuk semua impor akan mulai berlaku pada 5 April 2025. Sementara itu, tarif 20 persen yang ditetapkan bagi negara-negara dengan defisit perdagangan besar terhadap AS, termasuk Uni Eropa, akan diberlakukan mulai 9 April 2025.

Langkah ini menambah ketegangan di sektor perdagangan global, dengan banyak pihak khawatir bahwa respons Uni Eropa dapat memicu perang dagang besar-besaran. Apakah Uni Eropa akan membalas dengan tarif serupa? Dunia kini menanti langkah selanjutnya dalam konflik ekonomi ini.

 

Tampilan Utama