Roy Suryo Ingatkan Polri Jangan Lambat Usut Kepala Babi Tempo
JAKARTA - Pemerhati Telematika, Multimedia independen, KRMT Roy Suryo menyayangkan sampai dengan saat ini Polri belum juga berhasil mengungkap kasus teror kepala babi dan bangkai tikus ke jurnalis Tempo.
Hingga akhirnya, kasus teror ini justru menjadi konsumsi media asing. Hal iji
"Sudah hampir dua pekan berlalu, berbagai kasus tersebut masih tampak stagnan progresnya, padahal biasanya aparat sangat gercep dalam hal-hal begini," kata Roy dalam keterangannya kepada Holopis.com, Selasa (1/4/2025).
Menurutnya, aparat seharusnya bisa lebih cepat lagi dalam mengusut, menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik kasus teror kepala babi tersebut.
"Lambatnya atau buntunya, asal semoga bukan ogahnya penyidikan terhadap kasus nDhas ini menjadi ujian bagi aparat," ujarnya.
Apalagi menurutnya, bukti CCTV kejadian pengiriman paket sudah tersedia. Tinggal apakah Polri benar-benar mau menangani kasus ini atau tidak.
"Dari sisi teknologi SCI tidak ada masalah sama sekali, rekaman CCTV ada, jejak digital di IG dan sosmed lainnya juga tersedia, tunggu apalagi?," tukasnya.
"Sekarang sudah lebaran, jangan sampai -kata pepatah, 'tunggu lebaran kuda' alias tidak jelas waktunya. Citra Indonesia sangat dipertaruhkan, apalagi sudah viral di media mancanegara," pungkas.
Diketahui sebelumnya, bahwa Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan telah memerintahkan Kabareskrim Polri Komisaris Jenderal Wahyu Widada untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan teror tersebut.
"Kaitannya dengan peristiwa di media Tempo, saya sudah perintahkan kepada Kabareskrim untuk melaksanakan penyelidikan lebih lanjut," kata Listyo usai safari Ramadan di Masjid Raya Medan, Sabtu, 22 Maret 2025.
Listyo mengatakan bahwa Polri akan memberikan pelayanan terbaik untuk menindaklanjuti kasus teror ini.
Ia memastikan aparat kepolisian akan mengusut kejadian tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku.