JAKARTA – Korban meninggal dunia akibat gempa bumi Myanmar-Thailand sudah meningkat dan melewati 1.600 orang. Sementara itu tim penyelamat terus menggali reruntuhan bangunan yang runtuh. Pencarian korban-korban di reruntuhan masih terus dilakukan.
Sekedar mengingatkan kembali, gempa bumi telah melanda wilayah Thailand dan Myanmar dengan kekuatan 7,7 skala richter.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt mengatakan mereka akan mencoba sekeras mungkin untuk melakukan penyelamatan.
“Kami melakukan yang terbaik dengan sumber daya yang kami miliki, karena setiap kehidupan itu penting,” dmeikian disampaikan Chadchart, dikutip Holopis.com, (29/3).
Pemerintah kota Bangkok pun menyatakan akan mengerahkan 100 teknisi demi memeriksa keamanan gedung, akibat telah terlapor 2000 kerusakan yang terjadi di gedung-gedung pasca gempa bumi.
Sebagai informasi Sobat Holopis, gempa bumi yang sangat besar sebenarnya jarang terjadi di Bangkok. Meskipun tidak ada kerusakan parah yang meluas, namun masyarakat sempat dibuat panik akibat gempa yang kencang itu.
Sementara itu, gempa berkekuatan 7.7 magnitudo ini adalah gempa terbesar yang melanda Myanmar dalam lebih dari satu abad. Getarannya sangat luas hingga merusak bangunan-bangunan di Bangkok yang berlokasi ratusan kilometer dari pusat gempa.
Perlu diketahui, sebanyak 1.644 orang meninggal dunia, dan hampir 3.400 mengalami luka-luka di Myanmar. Kemudian, sebanyak 139 orang masih dinyatakan hilang.

