Kronologi Sutradara Palestina Hamdan Ballal yang Disiksa Pasukan Israel
JAKARTA - Insiden tragis menimpa Hamdan Ballal, salah satu sutradara film dokumenter peraih Oscar 'No Other Land', ketika ia menjadi korban kekerasan dan penahanan oleh pasukan Israel di wilayah pendudukan Tepi Barat. Kejadian ini menambah daftar panjang kekerasan yang dialami warga Palestina.
Komunitas internasional pun menekankan bahwa sosok Hamdan yang ditahan bukan lah kelompok teroris atau Hamas, melainkan seorang sutradara pemenang Piala Oscar.
Berikut ini Sobat Holopis, kronologi penangkapan Hamdan, yang diduga dilakukan oleh pasukan Israel.
1. Serangan Pemukim Israel di Susiya
Pada Senin, Hamdan Ballal bersama dua rekannya berada di desa Susiya, Tepi Barat, ketika sekitar dua lusin pemukim Israel, beberapa di antaranya bersenjata dan mengenakan seragam militer, menyerang desa tersebut. Menurut Basel Adra, rekan sutradara yang menyaksikan kejadian itu, para pemukim Yahudi menyerang dengan melemparkan batu, sementara tentara Israel yang datang ke lokasi justru mengarahkan senjata mereka ke warga Palestina, bukan kepada para penyerang.
2. Penangkapan Hamdan Ballal dan Warga Palestina
Saat kekacauan berlangsung, Ballal dan dua warga Palestina lainnya ditangkap oleh tentara Israel. Menurut pengacara mereka, Lea Tsemel, ketiganya dikabarkan ditahan di sebuah pangkalan militer dengan alasan mendapatkan perawatan medis. Namun, hingga Selasa pagi, Tsemel mengaku belum bisa menghubungi kliennya dan tidak mendapat informasi lebih lanjut mengenai keberadaan mereka.
3. Klaim Militer Israel dan Bantahan Saksi Mata
Militer Israel mengklaim bahwa mereka menahan tiga warga Palestina karena diduga melempar batu ke arah pasukan, serta seorang warga Israel yang terlibat dalam 'konfrontasi kekerasan' antara kedua kelompok.
Pernyataan ini bertolak belakang dengan kesaksian saksi mata yang diwawancarai oleh media asing, yang menegaskan bahwa pasukan Israel lebih banyak berpihak pada pemukim dan membiarkan mereka menyerang warga Palestina.
4. Kemenangan 'No Other Land' dan Tekanan yang Meningkat
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari setelah tim produksi 'No Other Land' kembali dari ajang Oscar, di mana film dokumenter mereka berhasil memenangkan penghargaan bergengsi. Film tersebut mengisahkan perjuangan warga Palestina di daerah Masafer Yatta yang berupaya mempertahankan tempat tinggal mereka dari ancaman penghancuran oleh militer Israel.
Sejak kemenangan film ini, kru film mengaku mereka mendapatkan tekanan yang lebih berat dari pihak-pihak yang kontra terhadap narasi tersebut.
Sebagai informasi Sobat Holopis, perang mematikan antara Hamas dan Israel ini dipicu dengan serangan Hamas tahun 2023 terhadap Israel, yang mengakibatkan 1.218 kematian. Sementara itu lebih dari 50.000 orang meninggal di Palestina. Serangan dilakukan akibat buntut dari konflik kedua pihak yang sudah berlangsung sangat lama.