Gugup Mudik Pertama Naik Pesawat? Ini Tips Agar Tetap Tenang


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Mudik dengan pesawat bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, tetapi bagi sebagian Sobat Holopis, perjalanan udara justru menjadi sesuatu yang menegangkan. Rasa takut naik pesawat atau aviophobia cukup umum dialami, terutama bagi yang baru pertama kali terbang. Kekhawatiran terhadap turbulensi, ketinggian, atau bahkan perasaan tidak memiliki kendali sering kali membuat perjalanan terasa tidak nyaman.

Bagi Sobat Holopis yang pertama kali naik pesawat, perasaan cemas mungkin muncul karena belum terbiasa dengan suasana di dalam kabin atau prosedur penerbangan. Namun, ketakutan ini bisa diatasi dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat.

Dengan memahami penyebab kecemasan dan menggunakan teknik relaksasi, perjalanan udara bisa terasa lebih tenang dan nyaman.

1. Kenali dan Pahami Ketakutan yang Dirasakan

Langkah pertama dalam mengatasi ketakutan naik pesawat adalah mengenali apa yang membuat Sobat Holopis cemas. Apakah karena turbulensi, ruang kabin yang sempit, atau rasa kehilangan kendali saat berada di udara? Memahami sumber ketakutan akan membantu menemukan solusi yang tepat.

Mempelajari cara kerja pesawat juga bisa membantu mengurangi rasa takut. Mengetahui bahwa turbulensi adalah hal yang normal dan pesawat dirancang untuk menghadapinya dapat memberikan ketenangan. Sobat Holopis juga bisa membaca tentang statistik keselamatan penerbangan yang menunjukkan bahwa pesawat adalah salah satu moda transportasi paling aman.

2. Persiapkan Diri Sebelum Keberangkatan

Persiapan yang matang sebelum terbang bisa membantu mengurangi kecemasan. Pilih penerbangan dengan jadwal yang nyaman dan maskapai yang memiliki reputasi baik agar lebih percaya diri saat naik pesawat.

Selain itu, datang lebih awal ke bandara untuk menghindari stres karena terburu-buru. Melakukan check-in online juga bisa mengurangi tekanan karena tidak perlu antre terlalu lama di bandara. Jika memungkinkan, pilih kursi di dekat sayap pesawat karena bagian ini lebih stabil saat terjadi turbulensi.

3. Gunakan Teknik Relaksasi Selama Penerbangan

Saat rasa takut mulai muncul di dalam pesawat, teknik relaksasi bisa membantu menenangkan diri. Latihan pernapasan dalam, meditasi singkat, atau mendengarkan musik yang menenangkan bisa membantu mengalihkan perhatian dari kecemasan.

Membawa bantal leher dan mengenakan pakaian yang nyaman juga bisa membantu tubuh lebih rileks. Jika merasa cemas, cobalah menggerakkan tubuh secara perlahan, seperti meregangkan kaki atau tangan untuk mengurangi ketegangan.

4. Alihkan Perhatian dengan Hiburan atau Aktivitas Lain

Salah satu cara efektif untuk mengurangi ketakutan adalah dengan mengalihkan perhatian ke hal lain. Membaca buku, menonton film, atau mendengarkan podcast bisa menjadi cara yang baik untuk tetap tenang selama penerbangan.

Jika memungkinkan, ajak teman atau anggota keluarga untuk berbicara agar tidak terlalu fokus pada ketakutan. Mengunyah permen atau makanan ringan juga bisa membantu meredakan ketegangan dan memberikan rasa nyaman.

5. Pertimbangkan Bantuan Profesional Jika Diperlukan

Jika ketakutan naik pesawat sangat mengganggu hingga membuat Sobat Holopis enggan bepergian dengan pesawat, pertimbangkan untuk mencari bantuan profesional. Terapis atau psikolog bisa membantu dengan terapi kognitif atau teknik lain yang dirancang untuk mengatasi fobia terbang.

Selain itu, beberapa maskapai penerbangan menawarkan program khusus untuk membantu penumpang yang takut terbang. Mengikuti program ini bisa menjadi langkah yang baik untuk menghadapi ketakutan dengan lebih percaya diri.

Ketakutan naik pesawat adalah hal yang bisa diatasi dengan langkah-langkah yang tepat. Memahami penyebab ketakutan, mempersiapkan diri sebelum terbang, dan menggunakan teknik relaksasi bisa membantu Sobat Holopis merasa lebih nyaman selama perjalanan. Dengan usaha yang konsisten, pengalaman naik pesawat bisa menjadi lebih menyenangkan dan bebas dari rasa cemas.

Tampilan Utama