JAKARTA – Kreator konten sekaligus influencer Youtube, Bobon Santoso membagikan cerita tentang alasan dirinya sama sekali tidak suka dengan sosok Willie Salim, sang content creator yang kini sedang tersandung kasus masak rendang di Palembang.
Bahkan Bobon mengaku sampai bertahun-tahun menelaah Willie Salim, ia sama sekali tidak memiliki alasan satu pun untuk bisa suka dengan pria kelahiran 27 Mei 2002 di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu.
“Pas dilihat dari kontennya, tingkah lakunya. Ini yang membuat gua tuh, anjir gua nggak ada alasan untuk nyukain orang ini,” kata Bobon dalam podcast Close The Door seperti dikutip Holopis.com, Rabu (26/3/2025).
Ada satu momentum di mana dirinya mulai tidak suka dengan sosok Willie Salim. Yakni sekitar 3 tahun yang lalu. Kala itu kata Bobo, dirinya diajak Willie Salim untuk kolaborasi konten masak-masak di Bali.
“3 tahun atau 4 tahun yang lalu, dia pernah ke Bali ngajak collabs,” ujarnya.
Ajakan itu ia dapatkan dari manajemennya yang memberitahu bahwa Willie Salim, sang kreator konten TikTok yang mengajak kolaborasi masak-masak. Akhirnya setelah komunikasi dibangun antar kedua belah pihak, terlaksanalah konten masak-masak Willie Salim dan Bobon Santoso.
“Kita terhubunglah, dialog, komunikasi bahwa dia akan men-support kegiatan kita masak,” jelas Bobon.
Setelah semua sepakat soal menu masak, akhirnya Bobon memilih satu kampung di Bali yang memang sudah memiliki kedekatan dengan dirinya. Sebab di kampung tersebut, ia memang pernah melakukan konten masak dan berbagi dengan warga sekitar.
“Kampung Pemulung, jadi ada satu kampung yang memang sudah deket banget sama kita. Kita sering masak-masak dan berbagi di sana,” sambung Bobob.
Menu konten masak yang disepakati antara pihak Bobon dan Willie adalah 100 kg kepiting. Walaupun jumlahnya secara real hanya sekitar 75 Kg kepiting, namun demi alasan konten dan judul video, angka 100 kg yang dipilih.
“Masak kepiting yang mewah. Aslinya 75kg bilang 100. Lebih enak penyebutannya, Om Ded, ya kan,” tukasnya.
Puncaknya adalah ketika konten masak itu berlangsung, Bobon merasa tidak suka dengan Willie Salim karena sikap dan etikanya sepanjang proses konten kolaborasi tersebut. Di mana Willie dinilai banyak nyuruh dan bahkan tak segan membentak timnya.
Yang menjadi ganjalan hatinya sampai dengan hari ini adalah, sikap dan etika Willie Salim tersebut dilakukan saat dirinya dan Willie sama sekali bukan teman dan belum pernah kenal sebelumnya. Walaupun dalam penjelasannya ini, Bobon menggarisbawahi jika ini adalah perspektifnya pribadi.
“Awal dateng baik-baik. Ini dari apa yang gua alami. Gua nggak suka dengan adab dan etika dia di sana, kayak nyuruh-nyuruh, bentak-bentak,” jelasnya.
“Bentak ke siapa?,” tanya Deddy Corbuzier.
“Ke kru gua,” jawab Bobon.
Karena situasi yang tidak menggembirakan baginya, Bobon mengaku sempat emosi saat konten masak-masak itu berlangsung. Bahkan ia mengaku sampai membanting bumbu ke dalam panci karena tak bisa menahan amarahnya.
“Gua sambil masak sambil emosi,” tandas Bobon.
“Gua nggak kenal. Begitu selesai masak, kayaknya dia tahu gua bete, (dia) langsung pergi,” sambungnya.
Selain itu, Bobon juga mengatakan bahwa sebelum konten masak-masak itu berlangsung, Willie Salim yang memang sempat membranding dirinya dengan bagi-bagi duit, menjanjikan akan membagikan uang ke warga, ternyata tidak ditepati. Sebab setelah masak-masak berlangsung, Willie langsung meninggalkan lokasi begitu saja.
“Warga Kampung Pemulung sudah ngarepin duit,” cerita Bobon.
Oleh sebab itu, ia pun berpendapat bahwa dalam situasi tersebut bisa dianggap sebagai konten penipuan. Di mana Willie Salim menjanjikan akan membagikan uang kepada warganya, faktanya tidak demikian.
“Menjanjikan, harusnya masuk (kategori penipuan) ya,” pungkas Bobon Santoso.


