JAKARTA – Menuju enam hari sebelum Lebaran 2025, Bandar Udara Seokarno Hatta Terminal 1B terlihat masih kondusif. Meskipun kondisi dipadati oleh para pemudik, namun situasi masih lancar dan tidak terlalu padat.
Terpantau Holopis.com, Selasa (25/3), beberapa antrian tampak panjang dipenuhi pemudik untuk merayakan Hari Raya Idulfitri 1446 H, seperti antrian bagasi, pengecekan barang, dan memasuki gate.
Sehingga bagi Sobat Holopis yang memiliki jadwal keberangkatan hari ini dan seterusnya, diharapkan sudah sambai ke bandara setidaknya dua jam sebelum keberangkatan, untuk mengurangi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
Seorang pemudik bernama Junaidi (53) mengatakan tanggal-tanggal seminggu sebelum lebaran adalah waktu yang tepat untuk pulang kampung. Hal tersebut karena harga tiket pesawat masih bisa dibilang terjangkau.
“Kalau tanggal segini harga tiket masih bisa lah saya usahakan. Kalau yang tiga atau dua hari itu yang saya nggak sanggup,” kata Junaidi, dikutip Holopis.com, Senin (25/3).
Junaidi juga mengatakan bahwa harga tiket bisa lebih mahal juga pulang seminggu setelah lebaran. Uniknya Junaidi memilih untuk pulang di hari ketiga lebaran, untuk menghindari lonjakan harga tiket.
“Kalo saya beli seminggu sesudah lebaran, harganya itu sudah seperti kalau saya keluar negeri,” katanya.
Meskipun memilih tiket dengan harga yang masih murah dibandingkan tanggal lainnya, Junaidi mengatakan harga tiket yang ia beli masih masuk ke kategori sangat mahal.
“Ya tetap mahal, meskipun mending lah dari tanggal lain,” pungkasnya.
Sebagai informasi Sobat Holopis, menuju H-6 lebaran, masyarakat muslim di seluruh Indonesia sudsh mulai melakukan perjalanan pulang kampung alias mudik, untuk bertemu dengan sanak saudara saat Lebaean 2025.
Tak hanya jalur udara, masyarakat juga melakukan mudik dari jalur darat, dan jalur air bagi yang menyebrang antar pulau.

