Selasa, 17 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 17 Feb 2026

Fernando Sarankan Prabowo Copot Hasan Nasbi sebagai Jubir Istana

0 Shares

JAKARTA – Direktur Rumah Politik Indonesia (RPI) Fernando Emas menyayangkan statemen spontanitas Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (KKK), Hasan Nasbi yang berkomentar soal kasus teror Tempo.

Menurutnya, ada kesalahan fatal yang dilakukan Hasan Nasbi yang merepresentasikan Istana Negara terkait dengan kasus yang kini menjadi perhatian publik itu.

- Advertisement -

“Sungguh tidak becus membangun komunikasi dan tidak ada empati dari Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (Presidential Communication Office/PCO), Hasan Nasbi atas teror kepada Tempo dengan yang mengirim kepala babi,” kata Fernando kepada wartawan, Senin (24/3/2025).

Apa yang dilontarkan oleh Hasan Nasbi menurutnya sama sekali tidak mencerminkan gaya komunikasi yang seharusnya dilontarkan oleh Pemerintah pusat. Terlebih jika melihat dari jabatannya saat ini, maka publik akan menilai apa yang dilontarkan oleh Hasan Nasbi adalah statemen Presiden.

- Advertisement -

“Apa yang disampaikan oleh Hasan Nasbi akan dianggap oleh publik merupakan pernyataan Presiden,” ujarnya.

Lantas, Fernando juga memberikan pandangannya soal blunder Hasan Nasbi yang dianggapnya cukup sering terjadi. Hal ini karena bukan kali ini saja pakar komunikasi politik pendiri Cyrus Netwok tersebut membuat kontroversi.

“Sehingga Presiden Prabowo Subianto perlu segera mencopot Hasan Nasbi atau membubarkan Kantor Komunikasi Kepresidenan,” tukasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan bahwa Hasan Nasbi telah menambah banyak daftar pembantu Prabowo yang membuat pernyataan gaduh sehingga tidak layak disebut sebagai pembantu Presiden.

Terlebih lontaran kata yang dilakukan Hasan Nasbi soal teror paket kepala babi tersebut bisa mencederai semangat kebebasan pers, sebab paket tersebut dikirimkan untuk jurnalis Tempo.

“Pernyataan Hasan Nasbi telah melukai perasaan seluruh insan pers yang menganggap remeh teror yang dilakukan terhadap media,” tandasnya. “Apalagi ada teror lanjutan yang ditujukan kepada Tempo dengan mengirim bangkai tikus,” sambung Fernando.

Bagi Fernando, sudah seharusnya pemerintah perlu menganggap bahwa teror tersebut merupakan ancaman serius terhadap kebebasan pers. Maka dari itu ucapan Hasan Nasbi bisa berdampak sangat tidak bagus bagi iklim komunikasi pemerintah di muka publik.

“Saya kembali berharap Presiden Prabowo Subianto segera mencopot Hasan Nasbi sebagai Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, sehingga lembaga yang dipimpinnya saat ini dapat benar-benar membantu Presiden dalam membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat,” pungkasnya.

Masak Kepala Babi

Sebelumnya diberitakan, bahwa Kantor Majalah Tempo menerima kiriman kepala babi pada Rabu 19 Maret 2025. Kemudian pada hari Kamis 20 barulah paket tersebut dibuka. Yang ternyata, isinya adalah kepala babi dengan kuping terpotong dan sudah beraroma busuk.

Paket tersebut diketahui ditujukan kepada Francisca Christy Rosana (Cica). Cica sendiri dikenal sebagai jurnalis Tempo yang aktif meliput isu-isu politik. Siniar terakhir yang ia bawakan membahas banjir di Jakarta, Bekasi, dan Bogor.

Saat ditanya soal teror kiriman paket kepala babi tersebut, juru bicar Istana Hasan Nasbi pun malah berseloroh, bahwa kiriman kepala hewan tersebut sebaiknya dimasak saja.

“Udah, dimasak saja,” ucap Hasan di Istana Negara, Jakarta Pusat, pada Jumat (22/3).

Dia mengatakan tak perlu merasa khawatir karena jurnalis yang dikirimkan teror kepala babi itu juga tak merasa tertekan. Teror itu pun dianggap bukan untuk menghalangi kebebasan pers.

“Enggak lah (mengancam kebebasan pers). Saya lihat dari media sosialnya Fransisca yang wartawan Tempo itu, dia justru minta dikirimin daging babi,” kata Hasan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
0 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru