JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Pasalnya, lembaga superholding yang baru dibentuk pada Februari lalu ini bukan hanya sekadar badan investasi, tetapi juga bagian dari kekayaan anak-cucu bangsa yang harus dijaga dengan baik.
“Saya beri petunjuk pada pimpinan Danantara kalau perlu keputusan-keputusan itu diambil secara hati-hati dan kalau perlu, tidak perlu terlalu cepat,” ujar Prabowo saat membuka Sidang Kabinet Paripurna, seperti dikutip dari Holopis.com, Jumat (21/3).
“Ini adalah kekayaan anak dan cucu kita, harus dijaga dengan baik,” tambahnya.
Prabowo juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat terhadap Danantara. Ia bahkan meminta agar pengawasan dilakukan berlapis-lapis dan melibatkan tokoh masyarakat agar transparansi tetap terjaga.
“Saya tegaskan bahwa setiap saat pekerjaan dan semua kebijakan Danantara ini harus bisa diaudit, harus bisa diawasi, harus bisa dipertanggungjawabkan setiap saat oleh siapapun yang menginginkan,” katanya.
Lebih lanjut, Prabowo menilai bahwa kehadiran Danantara adalah terobosan besar bagi kemajuan Indonesia. Ia optimistis bahwa lembaga ini dapat mengelola aset negara dengan lebih profesional, apalagi dengan dukungan penasihat global.
“Saya kira adalah terobosan sangat besar. Dengan demikian, saya yakin manajemen semua aset di bawah Danantara akan lebih baik, karena kita akan pakai manajemen yang berstandar internasional, juga dengan beberapa penasihat-penasihat tingkat internasional kita ingin mengajak. ” tutupnya.


