Rieke Diah Pitaloka Ngaku Punya Hutang ke Mat Solar
JAKARTA - Kabar duka kembali menyelimuti industri hiburan tanah air, di mana harus kehilangan aktor senior Nasrullah atau yang dikenal dengan sapaan Mat Solar. Ia diketahui menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta dalam usia 62 tahun setelah berjuang melawan penyakit stroke yang ia derita sejak 2017 lalu.
Rieke Diah Pitaloka yang dikenal sebagai istri dari Mat Solar dalam Sitkom populer Bajaj Bajuri terlihat sangat bersedih dengan kepergian rekannya tersebut, bahkan wanita yang kini berprofesi sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) mengatakan masih ada hutang perihal penyelesaian tanah kepada sahabatnya itu.
Hal ini kata Rieke menyangkut perihal ganti rugi tanah Mat Solar untuk proyek Jalan Tol Serpong – Cinere sebesar Rp3,3 miliar. Bahkan sebelum mendapat kabar Mat Solar telah berpulang, aktris 51 tahun itu masih terus memperjuangkan hak tersebut dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dirut PT Jasa Marga, Subakti Syukur, gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat di hari yang sama dengan kepergian Mat Solar.
"Ya sudah saya sampaikan dan alhamdulillah tadi Dirutnya mengatakan, akan diselesaikan semoga sebelum Lebaran begitu," kata Rieke Diah Pitaloka di rumah duka Mat Solar, Bambu Apus Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (18/3).
Tidak hanya itu, pemerang Oneng dalam Sitkom Bajaj Bajuri ini bahkan sampai menulis sebuah surat terbuka berjudul ‘Surat Buang Bang Juri’. Surat tersebut ia unggah di akun media sosial pribadi miliknya dan membuat nya cukup terisak sedih.
"Terus, tadi tiba-tadi, saya sampai menulis surat begitu lho, kayak rilis, saya tuh bentuk surat-surat buat Bang Juri, kayak bagaimana ya..... soalnya aku janji mau memperjuangin haknya Bang Juri," ungkapnya lirih.
Rieke bahkan mengaku lebih sedih saat hingga detik-detik terakhir, Mat Solar belum mengetahui jika haknya akan segera dituntaskan. Oleh karena itu, ia merasa masih memiliki ‘hutang’ yang harus dilunasi kepada Mat Solar.
Ya itu, saya punya utang yang janji. Mohon doanya semoga para pemegang keputusan juga betul-betul itu diperjuangkan kalau memang haknya ya tolong dibayarkan. Tadi aku bilang ke anaknya, cepetan sampaikan ke Bapak, begitu. Tapi kayaknya belum (sempat disampaikan),” tandasnya.