Kepala HAM PBB Ngeri Lihat Israel Serang Warga Gaza Saat Ramadan


Oleh : Darin Brenda Iskarina

JAKARTA - Kepala Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa Volker Turk mengatakan bahwa ia merasa ngeri dengan Israel yang menyerang Palestina hingga menewaskan ratusan orang.

Selain itu, Israel juga menyerang Gaza ketika masyarakat sedang menjalankan ibadah puasa. Ia mengatakan serangan dari Israel tersebut pun hanya akan menambah tragedi kemanusiaan saja.

“Ini akan menambah tragedi demi tragedi,” kata Volker, dikutip Holopis.com, (18/3/2025).

Tindakan Israel dinilai akan menambah kesengsaraan masyarakat Palestina yang sudah menderita.

“Langkah Israel untuk menggunakan kekuatan militer yang lebih besar hanya akan menambah penderitaan lebih lanjut bagi penduduk Palestina yang sudah menderita kondisi yang sangat buruk,” lanjutnya.

Israel Serang Gaza Ketika Masyarakat Sedang Sahur

Setelah perjanjian gencatan senjata, Israel malah melakukan serangan di Gaza dan menewaskan 400 orang. Serangan dari Israel ini pun mengancam hancurnya gencatan senjata yang sudah dilakukan selama dua bulan.

Apalagi, Israel berjanji akan menggunakan lebih banyak kekuatan untuk membebaskan sandera yang mereka klaim masih dibawah tawanan Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa ia sudah memberikan perintah kepada militer Israel untuk mengambil tindakan yang keras kepada Hamas, karena dianggap mereka menolak untuk membebaskan sandera.

Seorang ibu bernama Rabiha Jamas, serangan itu bagaikan sebuah malam neraka.

“Itu adalah malam neraka, rasanya seperti hari-hari pertama perang,” kata Rabiha.

Pilunya, ia bercerita bahwa masyarakat sedang memulai puasa ketika gedung tiba-tiba berguncang dan terjadi lah ledakan.

“Kami sedang bersiap untuk makan sesuatu sebelum memulai hari puasa yang baru, ketika gedung berguncang dan ledakan dimulai. Kami pikir itu sudah berakhir, tetapi perang kembali lagi,” lanjutnya.

Militer Israel hingga saat ini belum menunjukkan niat untuk menghentikan serangan. Mereka mengatakan bahwa serangan akan terus berlanjut selama diperlukan, dan melampaui serangan udara.

Hal ini meningkatkan kemungkinan pasukan darat Israel dapat melanjutkan pertempuran. Sementara itu, Hamas menuding Israel sudah melanggar gencatan senjata dan membahayakan upaya mediator untuk mengamankan gencatan senjata permanen.

Tampilan Utama