Pemerintah Kejar Investasi Tiongkok Rp16 Triliun di KEK Batang
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, bahwa pemerintah tengah mendorong rencana pengembangan sejumlah kawasan ekonomi khusus (KEK). Hal itu disampaikannya usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (18/3).
Dia menyebut, salah satu KEK yang menjadi perhatian Presiden Prabowo dalam pertemuan dengannya yakni KEK yang berlokasi di Batang, Jawa Tengah.
"Tadi Bapak Presiden menyatakan terkait kawasan ekonomi khusus di Batang," kata Airlangga kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dikutip Holopis.com, Selasa (18/3).
Airlangga menjelaskan bahwa di Batang, Presiden Prabowo memiliki perhatian terhadap kerja sama Two Countries Twin Parks antara Indonesia dengan Fujian, Tiongkok.
Kerja sama yang merupakan tindak lanjut atas pertemuan Prabowo dengan Presiden Tiongkok, Xi Jinping pada November 2024 lalu itu bertujuan untuk mendorong investasi industri di KEK Batang, dengan rencana investasi sebesar Rp16 triliun.
"Ini menjadi pembicaraan pada saat waktu Bapak Presiden bertemu dengan Presiden Xi Jinping yang lalu. Sehingga ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan tersebut," imbuhnya.
Selain itu, Airlangga juga melaporkan perkembangan kawasan ekonomi khusus lainnya, seperti di Nongsa dan Singhasari.
Di KEK Nongsa, kata Airlangga, akan ada perluasan kawasan dan rencana masuknya beberapa pusat data (data center) di kawasan tersebut.
Sementara di KEK Singhasari, King College telah beroperasi, dan ke depan akan bergabung Queen Mary sebagai bagian dari Russell Group dalam kawasan ekonomi khusus tersebut.
Selain tentang rencana pengembangan KEK, Airlangga dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo juga telah menyampaikan perihal kondisi perekonomian nasional terkini, yang dari sisi fundamental masih terbilang kuat.
"Pertumbuhan ekonomi secara spasial kita ketahui relatif bagus. Kemudian inflasi kita ketahui juga sampai Februari juga inflasi masih rendah di mana core inflation-nya masih positif," kata Airlangga.
Airlangga menyampaikan, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih terbilang kompetitif apabila dibandingkan dengan negara-negara lain, bahkan dengan negara kawasan sekalipun.
"Kita bisa melihat GDP growth kita dibandingkan Malaysia, Chile itu relatif masih tinggi. Inflation kita salah satu yang terendah termasuk di ASEAN," ujarnya.
Melalui berbagai capaian positif tersebut, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan di tengah tantangan global.