JAKARTA – Pakar hukum tata negara dari Universitas Islam Indonesia (UII) Prof Mahfud MD menilai bahwa isi dari RUU TNI yang saat ini tengah bergulir di Komisi I DPR RI sangat positif. Bahkan tidak ada indikasi dwifungsi TNI yang dikhawatirkan banyak kalangan.
“RUU TNI bagus, isinya ya,” kata Mahfud MD saat buka puasa bersama dan media gathering di kantor TerusTerang.id, Senen, Jakarta Pusat, Selasa (18/3/2025).
Salah satu yang dianggap bagus adalah memastikan bahwa prajurit TNI yang menduduki jabatan sipil di luar pokok yang telah ditentukan, maka wajib keluar atau pensiun dini dari institusi militer tersebut.
“Harus mundur,” ujarnya.
Jabatan dalam lembaga yang ditentukan dalam RUU TNI ada 14, antara lain ;
1. Kementerian Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam),
2. Kementerian Pertahanan (Kemenhan),
3. Sekretariat Militer Presiden (Sesmilpres),
4. Badan Intelijen Negara (BIN),
5. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN),
6. Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas),
7. Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas),
8. Badan Narkota Nasional (BNN),
9. Dewan Pertahanan Nasional,
10. Mahkamah Agung (MA),
11. Badan Keamanan Laut (Bakamla),
12. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT),
13. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan
14. Kejaksaan Agung.
Bahkan dijelaskan Mahfud MD, jika RUU TNI disahkan maka keributan soal sosok TNI aktif seperti Teddy Indra Wijaya pun tidak lagi menjabat sebagai Sekretaris Kabinet yang memiliki kedudukan sekelas menteri.
“Kalau RUU disahkan, maka yang suka ributkan Teddy itu terjawab. Teddy bisa digradasi ke eselon II. Jadi atasan dia ada Sesmil yaitu bintang 2,” terang Mahfud MD.
Sejauh yang ia baca dalam draf RUU TNI yang sudah disepakati untuk dibahas dalam Sidang Paripurna, Mahfud MD menyatakan bahwa bahannya sangat bagus. Hanya saja persoalannya adalah bagaimana nanti praktik pelaksanannya di lapangan.
Dalam konteks pengawalan jalannya proses RUU TNI, Mahfud MD menyampaikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, baik LSM, Mahasiswa, Masyarakat Sipil, Akademisi dan sebagainya yang terus berisik agar kehawatiran terjadinya dwifungsi TNI terjadi.
“Selamat atas perjuangan CSO, perjuangan media, perjuangan Mahasiswa untuk mengawal ini sampai akhirnya yang keluar sama sekali tidak seseram seperti yang diributkan. Menurut saya masih bisa diterima lah secara fair,” tegasnya.

